Tuesday, February 16, 2016


KLIPING ON LINE PSIS



logo SUARA MERDEKA

 

 

 

Selasa, 7 Agustus 2002
  

PSIS Berharap Masuk Wilayah Barat

SEMARANG - Laskar Mahesa Jenar kemungkinan besar akan berpindah wilayah (grup) pada kompetisi musim depan. PSIS yang semula tergabung di wilayah timur, hampir pasti masuk wilayah barat. Dalam perbincangan sore kemarin, pelatih kepala Daniel Roekito, manajer tim Yoyok Sukawi dan wakilnya Drs Soemarmo HS telah memperkirakan kemungkinan semacam itu.

Dasar perpindahan grup tersebut, kata mereka, setelah melihat hasil Divisi I yang memasuki babak "Empat Besar" yang seluruhnya diwakili oleh tim wilayah timur. Mereka adalah Persik Kediri, Persma Manado, Persegi Gianyar, dan Perseden Denpasar.

"Jika dilihat secara geografis, dua tim yang promosi dari Divisi I akan masuk wilayah timur. Padahal, pada kompetisi mendatang setiap wilayah hanya ditempati 10 tim. Dengan pertimbangan itu, kemungkinan besar PSIS masuk wilayah barat," jelas Soemarmo.

Kemungkinan itu bertambah besar jika peta di divisi utama disimak jelas. Tiga tim yang terdegradasi berasal dari Jatim, yaitu Persema, Persebaya, dan Persedikab Kabupaten Kediri. Turunnya tiga tim itu membuat Arema Malang yang sebelumnya berada di wilayah barat akan kembali ke timur.

"Berada di wilayah barat lebih murah, karena hanya dua kali main di luar Jawa melawan Semen Padang dan PSPS Pekanbaru. Kan PSMS Medan dan PSBL Bandarlampung kena degradasi," lanjut dia.

Jika tetap di wilayah timur, PSIS harus tandang ke Sulawesi melawan PSM Makassar. Selain itu, juga mesti menghadapi Persipura Jayapura, Barito Putra, dan PKT Kaltim.

Tidak Masalah

Pelatih kepala PSIS Daniel Roekito juga mengakui ada kemungkinan tim yang pernah dia tangani, Arema Malang, kembali ke wilayah timur. Namun, kata dia, bergabung di wilayah mana saja pihaknya tidak masalah.

"Dua musim saya menangani Arema. Pada KLI VII masuk wilayah timur, KLI VIII pindah ke barat. Hasilnya sama, Arema lolos delapan besar. Bagi saya, timur atau barat sama saja," jelasnya.

Roekito juga menandaskan, kebutuhan tim sudah terpenuhi. Meskipun seleksi masih akan dilanjutkan hingga 10 Agustus, lowongan hanya tinggal satu posisi, yakni striker. Pos itu juga sudah "dikaveling" oleh Gendut Doni yang kini terus diburu. "Begitu sepakat, akan langsung kami buat ikatan," kata dia.


Pemain-pemain yang dipastikan bergabung dengan PSIS adalah I Komang Putra, Agus Murod Alfarizi, Basuki (kiper), Eko Purjianto, Idrus Gunawan, Andi Setyono, Bonggo Pribadi, Wasis Purwoko, Heri Ismanto, Firman Sukmono, Agung Setyabudi (belakang), Dwi Setyawan, Nurul Huda, Suswanto, Bambang Harsoyo, Irfan, Anang Dwita, Trimur Vedayanto (tengah) Khusnul Yaqien, Johan Prasetyo, Anis (depan). Pemain magang Haryanto, Azis, M Adrik, Luluk, dan Teguh. (C16-77e)



















KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 6 Agustus 2002

 

Penawaran Oliveira Dinilai Terlalu Mahal

SEMARANG - Permintaan yang terlalu mahal. Itulah yang membuat Arilson de Oliveira belum dipanggil oleh pihak manajemen, kendati para pemain yang sama-sama ikut seleksi, sebagian besar sudah melakukan pra-kontrak sebagai tanda jadi untuk membela PSIS persiapan KLI IX.
Pada putaran KLI VIII, nilai kontrak masih Rp 100 juta plus gaji Rp 10 juta/bulan. Namun, pada saat dipanggil untuk mengajukan penawaran, pemain asal Brasil itu mematok harga terlalu tinggi.
Dia meminta nilai kontrak Rp 250 juta, meminta gaji dua kali lipat, dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta, sehingga permintaan yang dinilai terlalu tinggi tersebut, masih ditangguhkan.
"Seperti program kami, pemain asing prioritas akhir. Tetapi kalau permintaannya tidak terlalu tinggi, Oliveira sudah teken pra-kontrak, karena dia termasuk pemain yang dipanggil," tutur pelatih Daniel Roekito, kepada wartawan seusai latihan di Stadion Jatidiri, petang kemarin.
Penawaran sebesar itu, bisa digunakan untuk merekrut dua pemain nasional Budi Sudarsono dan Gendut Dony. "Pak Marmo (Wakil Manajer Drs Soemarmo MM - Red) sudah melakukan pendekatan terhadap Gendut Dony. Kami juga baru mencari pemain depan," tambahnya sambil menjelaskan, kebutuhan tim sudah terpenuhi 90 persen.
Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo juga mengaku penawaran oleh Oliveira terlalu tinggi. "Kami sudah mencoba menawar, Oliveira belum mau bergeser," jelasnya.
Itulah sebabnya, perhatian pihak manajemen dialihkan ke striker Persija Gendut Dony asal Salatiga. "Pendekatan yang kami lakukan sudah mendekati jadi. Kepastiannya minggu depan, saat itu saya akan ke Jakarta."
Sementara itu, suasana latihan sore kemarin diwarnai maraknya pemain-pemain yang melamar, kendati belum hadirnya pemain-pemain luar kota, yang sudah teken pra-kontrak, seperti I Komang Putra, Agus Murod, Bonggo Pribadi, Heri Ismanto.
Wajah-wajah baru itu adalah mantan pemain eks Divisi I yang timnya gagal masuk empat besar, antara lain kiper Hadi Suryanto asal Persijap, Maradona, Ori Kambuaya, Anang Dwita dari Pusam Samarinda, termasuk kakak kandung Gendut Dony, yang pernah memperkuat PSIS dan Bandung Raya yaitu Deftendy.
Padahal menurut Daniel Roekito, dari 23 pemain inti yang dibutuhkan, sekarang sudah terisi 19 pemain, sehingga hanya ada empat lowongan pemain. (C16-57e)

 

Friday, February 12, 2016

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 5 Agustus 2002

Belum Dipanggil PSIS, Oliveira ke Pelita

 

DIPERTAHANKAN: Striker Prancis, Thierry Henry (tengah) tetap dipertahankan oleh Arsenal. Pemain keling itu tak dijual meskipun banyak klub besar mengincarnya. Pemain yang dikabarkan akan hengkang ke Liga Spanyol atau Seri A Italia itu mengatakan, hidupnya bisa menjadi tidak berarti tanpa Arsenal. (Foto:Suara Merdeka/rtr-77)

SEMARANG - Senin ini sekitar pukul 05.00 WIB, tiga mantan pemain PSIS yakni Restu Kartiko, M Ridwan, dan Arilson de Oliveira secara bersama-sama berangkat untuk bergabung dengan Pelita Krakatau Steel Cilegon naik kereta dari Stasiun Tawang.
Keberangkatan tiga pemain itu menjadi pembicaraan hangat pecandu sepakbola Semarang, saat mereka menyaksikan Kompetisi Divisi I-II PSIS di Stadion Citarum petang kemarin.
Kokok (panggilan akrab Restu Kartiko) dan Ridwan sudah pasti bergabung dengan klub yang dilatih oleh Danurwindo itu, setelah beberapa hari lalu melakukan ikatan kontrak sebagai tanda jadi.
"Saya tahu, mereka bertiga akan berangkat bersama-sama, karena saya melihat tiket tiga pemain itu. Kalau Kokok dan Ridwan sudah tanda tangan kontrak, Oliveira baru sebatas seleksi," tutur salah satu sumber yang layak dipercaya.
Kepergian Oliveira dikatakan akibat ketidakpuasannya setelah ikut seleksi beberapa hari, tetapi sampai sekarang belum diperhatikan. Sedangkan pemain yang dipanggil sudah tanda tangan kontrak.
"Mungkin dengan pertimbangan itu, Oliveira nekat ke Cilegon. Kami juga mendengar, kontrak yang diminta pemain Brasil itu terlalu tinggi. Kabar yang kami terima mencapai Rp 250 juta."
Suasana Baru
Sementara itu, Oliveira ketika dihubungi Suara Merdeka semalam membenarkan pagi ini akan berangkat ke Cilegon bersama dua rekannya. Hal itu akibat belum ada kejelasan dari pihak manajemen.
Dia mengakui, sampai saat ini belum pernah dipanggil untuk negosiasi seperti rekan-rekan yang lain. Tentu sebagai pemain profesional, yang hidupnya dari main bola, muncul keragu-raguan.
"Buat apa saya menunggu-nunggu hal yang belum jelas, persyaratan ikut seleksi sudah kami lakukan. Nyatanya, dipanggil pun belum. Mumpung masih ada kesempatan, lalu saya melamar ke Pelita," katanya.
Dianggapnya wajar, kalau dia menaikkan harga seperti pemain-pemain yang lain. Tetapi kenyataannya, pemain-pemain yang lain sudah melakukan prakontrak, dia belum.
"Memang benar, seperti apa yang Anda katakan. Nilai kontrak, kami minta naik. Tetapi penawaran itu tidak harga mati, masih bisa 'digoyang' atau ditawar. Dipanggil saja tidak, dengan terpaksa saya harus mencari suasana baru."
Kepiawaiannya sudah diperlihatkan bertahun-tahun di Kota ATLAS ini. Terakhir di KLI VIII berhasil mencetak delapan gol, sehingga dirinya beranggapan masih layak dipertahankan.
"Kurang apa loyalitas saya dengan PSIS, tetapi kenyataannya seperti ini. Bukan pemain inti saja sudah dipanggil, sementara saya yang menjadi pemain inti belum disentuh." (C16-57t)
 

 



Wednesday, February 10, 2016

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 3 Agustus 2002

 

Eko Purjianto Bergabung

  • Ari Supriyarso Dicoret
Eko Purjianto - SM/dok

SEMARANG-Pendekatan yang tak kenal lelah terhadap Eko Purjianto akhirnya membuahkan hasil. Stopper tim nasional binaan Klub Sport Supaya Sehat (SSS) Semarang ini sudah menyatakan diri siap membela PSIS. Urusan kontrak dan gaji antara dia dan tim juga sudah dirampungkan.

''Saya salut pada Eko. Loyalitas dia terhadap PSIS tinggi. Hal itu terlihat dari gaji yang dimintanya, tidak mahal,'' tutur Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi semalam.

Eko memiliki beberapa pertimbangan memilih bermain di Semarang. Selain ingin selalu dekat dengan istri dan anaknya yang tinggal di Kabupaten Kendal, dia juga ingin lebih sering menyambangi orang tuanya yang asli Kota ATLAS. Mantan bintang PSSI Primavera ini akhirnya memutuskan memperkuat tim daerahnya.
Ketika bergabung dengan PSKS Pekanbaru bersama Bima Sakti, Hendro Kartiko, dan Kurniawan Dwi Yulianto, Eko termasuk kategori pemain mahal. Kontraknya mencapai Rp 250 juta.
''Dia pemain nasional, jadi saya nilai wajar kalau angkanya sampai sebesar itu. Tapi dengan pertimbangan yang kami sebut di atas, dia bersedia menurunkan gaji dan kontraknya. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Eko dari Jakarta untuk tanda tangan kontrak,'' tambah Yoyok sambil menjelaskan 75% pemain PSIS yang dikontrak berasal dari Semarang.
Agus Murod
Sementara itu, di barisan kiper persaingan keras berakhir. Hadirnya Agus Murod Alfarizi membawa dampak tersendiri bagi Ari Supriyarso. Saat rekan-rekannya meneken kontrak, dia justru dicoret. Ari kalah bersaing dengan I Komang Putra dan Agus Murod. Kiper ketiga diberikan ke pemain lokal asal TEPZ, Basuki.
Pelatih Daniel Roekito mengakui pencoretan Ari Supriyarso yang selalu menjadi kiper cadangan. Ketika PSIS di Divisi I menjadi cadangan Agus Murod dan pada KLI VIII lalu sebagai cadangan I Komang Putra. ''Apa tidak kasihan kalau Ari selalu menjadi pemain cadangan. Padahal, dia masih muda, punya potensi,'' tuturnya.
Jika Ari bersedia pindah ke Arema atau Persik Kediri, ada kemungkinan dia menjadi kiper utama. ''Kami punya beban moral terhadap Ari, dia akan kami salurkan ke Persik atau Arema. Di sana nasib dia akan lebih baik.''
Hingga kemarin, negosiasi masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya menyelesaikan negosiasi dengan lima pemain inti yaitu I Komang Putra, Bonggo Pribadi, Heri Ismanto, Bambang Harsoyo, dan Andi Setyono, kemarin giliran pemain -pemain lokal termasuk lima pemain hasil seleksi anggota klub PSIS. Mereka antara lain Wasis Purwoko, Setyawan, Idrus Gunawan, Arif Rachman, Firman Sukmono, Khusnul Yaqien, Tri Murvedayanto, Anis, serta lima pemain magang, yakni Hariyanto, Teguh, Luluk, Andrik, dan Azis.
''Agus Murod juga asli Semarang. Ketika kami sodori nilai kontrak dan gaji ketika main di Divisi I, diterima begitu saja tanpa ditawar. Kami nilai loyalitasnya terhadap Semarang tinggi,'' jelas Yoyok. (C16-77t)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 2 Agustus 2002

Agung Belum Sepakat Soal Nilai Kontrak

PERSAINGAN KERAS: Seleksi pemilihan pemain PSIS berlangsung keras dan disiplin. Para pemain beraksi dengan serius saat melakukan latihan di Stadion Jatidiri. (Foto: Suara Merdeka/D5-57)
SEMARANG- Lima dari enam pemain yang sedang bernegosiasi dengan manajemen PSIS setuju dengan draf kontrak Tim Mahesa Jenar.
Mereka memastikan diri bergabung dengan PSIS untuk Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX. Seorang lain, Agung Setyabudi masih belum sepakat soal nilai kontrak meskipun masalah gaji sudah setuju.
Lima pemain yang dimaksud adalah Bonggo Pribadi, Bambang Harsoyo, Heri Ismanto, I Komang Putra dan Andi Setyono. Hanya Agung Setyabudi yang masih alot, sampai kemarin belum ada kata sepakat terutama masalah kontrak.
"Gaji yang diajukan oleh Agung, saya sudah sepakat. Yang masih menjadi permasalahan nilai kontrak. Kami menawar, tetapi Agung masih mempertahankan sehingga belum ada kata sepakat," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi kepada wartawan di Balai Kota, siang kemarin.
Putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip SH itu masih belum mengungkapkan nilai nominal gaji dan kontrak yang diminta Agung. Akan tetapi dia menjelaskan, pihaknya menurunkan nilai kontrak bek kanan itu lantaran penampilan dalam seleksi menurun. "Setelah saya lihat tiga hari ikut seleksi performance-nya menurun. Dengan pertimbangan itu, lalu kontrak yang diajukan kami tawar."
Tanpa mau menyebut nama-nama, hari ini manajemen akan merekrut enam pemain lagi. "Sabtu atau Senin, pemain yang sudah melakukan negosiasi akan langsung diikat dengan prakontrak sebagai tanda jadi."
Eko Purjianto
Dalam pada itu, Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM yang baru saja tiba dari Jakarta membawa kabar baik tentang stopper Eko Purjianto yang kini bergabung dengan Timnas Piala Tiger.
"Kebetulan saya satu hotel dengan pemain PSSI di Hotel Santika. Sudah ada kata sepakat, hampir sembilan puluh persen jadi, satu atau dua hari lagi saya akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan prakontrak."
Pada kesempatan tersebut, Soemarmo juga bertemu dengan Gendut Doni (striker Persija asal Salatiga), dan Supriyono (bek kanan PSMS asal Semarang) yang telah menyatakan ingin bergabung dengan PSIS.
"Tetapi dua pemain tersebut masih terikat kontrak dengan klub asalnya. Supriyono baru berakhir November dan Gendut Oktober, sehingga kami belum bicara kontrak dan gaji."
Kamis siang kemarin, Wali Kota Semarang bersama jajaran manajemen tim mengadakan pertemuan dengan para pengusaha di Semarang untuk membahas masalah penghimpunan dana.
"PSIS butuh dana yang besar, sehingga bila hanya menggantungkan dana dari APBD tidak akan mencukupi. Dengan demikian, apa yang dilakukan merupakan langkah positif untuk menghimpun dana yang besar tersebut," tutur Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang H Sriyono seusai pertemuan.
Para penyumbang itu akan diumumkan di media cetak, bentuknya seperti dompet peduli, sehingga akan kelihatan transparan. (C16-57j)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 1 Agustus 2002

Hari Ini Enam Pemain Langsung Negosiasi

BERSAING KERAS: Kiper Agus Murad Alfarizi (asal Persebaya Surabaya) ikut berlatih pada seleksi PSIS di Stadion Jatidiri, kemarin. Masuknya Agus menjadikan persaingan di posisi kiper makin keras karena saat ini sudah ada lima kiper. (Foto: Suara Merdeka/D5-57)
SEMARANG - Kendati pemain yang melamar terus bermunculan, manajemen baru PSIS akan melakukan negosiasi dengan enam pemain. Diharapkan Senin nanti enam pemain dari luar kota itu sudah menandatangani kontrak.
Enam pemain itu adalah I Komang Putra, Agung Setyabudi asal Solo, Bonggo Pribadi (Surabaya), Bambang Harsoyo (Kudus), dan Heri Ismanto (Pasuruhan), Mereka anggota tim PSIS pada KLI VIII lalu. Satu pemain lagi, Andi Setyono dari Arema Malang asal Blitar.
Suharyono dari PSMS Medan terpaksa dipulangkan karena kalah bersaing dengan depan pemain lokal, seperti Khusnul Yaqien, Setyawan, Mukhid, dan Arif Rachman.
''Kami memprioritaskan pemain-pemain luar kota hasil pengamatan tiga hari terakhir. Suharyono, yang jauh-jauh datang dari Medan, dengan berat hati terpaksa kami pulangkan,'' tutur pelatih Daniel Roekito, seusai seleksi petang kemarin.
Negosiasi akan dilakukan di kantor manajer tim Yoyok Sukawi, Jalan S Parman, pagi ini. ''Namanya negosiasi, sehingga masih ada tawar-menawar gaji dan kontrak yang diajukan. Kalau sudah ada kata sepakat, tidak usah sampai hari Senin, Sabtu pun bisa diselesaikan.''
Kehadiran Andi Setyono akan mengisi kekosongan posisi gelandang bertahan yang ditinggal Restu Kartiko ke Pelita Krakatau Steel. Pengalaman dan postur tubuh Andi pun cukup menunjang.
Sebelum bergabung dengan Arema, pemain yang mempunyai tinggi badan 183 cm itu enam tahun memperkuat Petrokimia Putra. ''Kontrak dan gaji juga tidak terlalu mahal,'' ujar Roekito.
Kelihatan Padu
Saat dicoba berpasangan dengan Bonggo Pribadi dan Wasis Purwoko di belakang mereka kelihatan padu. Trio belakang dengan postur tubuh tinggi-tinggi kelihatan sulit ditembus lawan.
Sementara itu perebutan posisi di bawah mistar akan lebih ketat. Sampai saat ini baru I Komang Putra yang hampir pasti bergabung sehingga tinggal butuh dua penjaga gawang lagi.
Kehadiran Agus Murod Alfarizi juga menjadi ancaman tersendiri bagi Ari Supriyarso, Basuki (PS TEPZ), Nelson (PS Undip). Agus Murod, yang baru bergabung kemarin, merupakan kiper abadi PSIS Divisi I. Sejak penyisihan sampai PSIS juara Divisi I dia selalu berdiri di bawah mistar.
Empat kiper ini harus bersaing sampai seleksi berakhir 10 Agustus. Hari ini 15 pemain lokal yang masih bertahan akan diciutkan lagi menjadi 10 pemain.
''Sampai saat ini kami sudah mengantongi 18 pemain. Nama mereka masih kami rahasiakan. Kekurangannya kami ambilkan dari pemain-pemain yang melamar."
Manajer tim Yoyok Sukawi mengakui sudah mengantongi dana segar Rp 1 miliar untuk merekrut pemain. Dana itu diperoleh dari Ketua Umum H Sukawi Sutarip dan pinjaman bank.(C16-57g)
 

Monday, February 8, 2016


KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 30 Juli 2002

 

Komang-Agung Datang, Seleksi Ketat

Agung Setyabudi dan I Komang Putra

SEMARANG- Hari pertama seleksi pemain-pemain undangan Selasa (30/7) sore ini diperkirakan berjalan ketat. Sebab, bukan hanya para pemain yang diundang khusus yang akan hadir, tetapi juga pemain-pemain tamu yang ingin bergabung ke PSIS.
Sejak kemarin, beberapa pemain termasuk Bonggo Pribadi, Heri Ismanto, dan Bambang Harsoyo sudah datang memenuhi undangan. Selain mereka, tampak ada Suharyono (PSMS Medan), Trimur Vedayanto (Pelita KS), dan Andi Setyono (Arema Malang). Adapun I Komang Putra dan Agung Setyabudi diperkirakan baru hadir sore ini.
Kesanggupan dua mantan pemain nasional asal Solo itu disampaikan oleh mantan manajer tim, Simon Legiman, kepada wartawan, saat menyaksikan seleksi pemain lokal di Stadion Jatidiri, petang kemarin.
"Agus Murod Alfaridzi (kiper/Persebaya) juga sudah menghubungi saya. Dia baru bisa hadir Rabu besok. Kalau Komang dan Agung Selasa ini (hari ini-Red) tiba. Jika mereka datang, seleksi pasti berjalan ketat," tutur Simon.
Dia juga menyebut nama Khairil "Pace" Anwar yang berminat bergabung dengan PSIS, tetapi yang bersangkutan belum diundang. "Jika diminta, kapan pun saya siap mendatangkan karena rencana kontrak dengan Persebaya sudah saya minta untuk ditunda. Kontrak Rp 100 juta dan gaji Rp 10 juta untuk kelas Pace (Kharil Anwar) tidak mahal," tambahnya.
Johan Prasetyo
Tentang Johan Prasetyo dan Suswanto yang kini masih bergabung di PSSI U-21 tahun, serta Eko Purjianto yang sedang memenuhi panggilan PSSI Piala Tiger, kemungkinan baru bergabung akhir Agustus mendatang.
"Ketiga pemain ini sudah sanggup bergabung. Ketiganya pemain nasional sehingga kami memaklumi kalau tidak memenuhi undangan seleksi. Kira-kira akhir Agustus mereka baru bisa gabung setelah program PSSI berakhir," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi.
Selama seleksi pemain lokal sejak 25 Juli lalu, dari 65 pemain yang ikut kini tinggal 20 orang. Sore ini para pemain itu akan digabung jadi satu dengan pemain-pemain undangan lain.
"Kamis lusa hanya akan kami sisakan 10 pemain, lalu diciutkan lagi menjadi enam pemain magang dan satu pemain ke tim utama," jelas pelatih kepala, Daniel Roekito.
Nama-nama pemain yang masih bertahan pada penyaringan tahap ketiga adalah Haryanto, Nawawi (Persiku Kudus), Wawan, Yuli Kristanto, Teguh S, Catur (Garuda), Azis AP, Yudi K, Anis H (POP), Moch Adrik (HW), Wahyu Rustiono (Barito Putra), M Irfan, Anom (Unnes), Dony Kurniawan, Luluk K, Basuki (TEPZ), Agung (Persisac), Wahyu Kristanto (Tunas Sakti), Nelson (Undip), Sandy Siegers (PSM Makassar). (C16-77t)