Tuesday, February 16, 2016


KLIPING ON LINE PSIS



logo SUARA MERDEKA

 

 

 

Selasa, 7 Agustus 2002
  

PSIS Berharap Masuk Wilayah Barat

SEMARANG - Laskar Mahesa Jenar kemungkinan besar akan berpindah wilayah (grup) pada kompetisi musim depan. PSIS yang semula tergabung di wilayah timur, hampir pasti masuk wilayah barat. Dalam perbincangan sore kemarin, pelatih kepala Daniel Roekito, manajer tim Yoyok Sukawi dan wakilnya Drs Soemarmo HS telah memperkirakan kemungkinan semacam itu.

Dasar perpindahan grup tersebut, kata mereka, setelah melihat hasil Divisi I yang memasuki babak "Empat Besar" yang seluruhnya diwakili oleh tim wilayah timur. Mereka adalah Persik Kediri, Persma Manado, Persegi Gianyar, dan Perseden Denpasar.

"Jika dilihat secara geografis, dua tim yang promosi dari Divisi I akan masuk wilayah timur. Padahal, pada kompetisi mendatang setiap wilayah hanya ditempati 10 tim. Dengan pertimbangan itu, kemungkinan besar PSIS masuk wilayah barat," jelas Soemarmo.

Kemungkinan itu bertambah besar jika peta di divisi utama disimak jelas. Tiga tim yang terdegradasi berasal dari Jatim, yaitu Persema, Persebaya, dan Persedikab Kabupaten Kediri. Turunnya tiga tim itu membuat Arema Malang yang sebelumnya berada di wilayah barat akan kembali ke timur.

"Berada di wilayah barat lebih murah, karena hanya dua kali main di luar Jawa melawan Semen Padang dan PSPS Pekanbaru. Kan PSMS Medan dan PSBL Bandarlampung kena degradasi," lanjut dia.

Jika tetap di wilayah timur, PSIS harus tandang ke Sulawesi melawan PSM Makassar. Selain itu, juga mesti menghadapi Persipura Jayapura, Barito Putra, dan PKT Kaltim.

Tidak Masalah

Pelatih kepala PSIS Daniel Roekito juga mengakui ada kemungkinan tim yang pernah dia tangani, Arema Malang, kembali ke wilayah timur. Namun, kata dia, bergabung di wilayah mana saja pihaknya tidak masalah.

"Dua musim saya menangani Arema. Pada KLI VII masuk wilayah timur, KLI VIII pindah ke barat. Hasilnya sama, Arema lolos delapan besar. Bagi saya, timur atau barat sama saja," jelasnya.

Roekito juga menandaskan, kebutuhan tim sudah terpenuhi. Meskipun seleksi masih akan dilanjutkan hingga 10 Agustus, lowongan hanya tinggal satu posisi, yakni striker. Pos itu juga sudah "dikaveling" oleh Gendut Doni yang kini terus diburu. "Begitu sepakat, akan langsung kami buat ikatan," kata dia.


Pemain-pemain yang dipastikan bergabung dengan PSIS adalah I Komang Putra, Agus Murod Alfarizi, Basuki (kiper), Eko Purjianto, Idrus Gunawan, Andi Setyono, Bonggo Pribadi, Wasis Purwoko, Heri Ismanto, Firman Sukmono, Agung Setyabudi (belakang), Dwi Setyawan, Nurul Huda, Suswanto, Bambang Harsoyo, Irfan, Anang Dwita, Trimur Vedayanto (tengah) Khusnul Yaqien, Johan Prasetyo, Anis (depan). Pemain magang Haryanto, Azis, M Adrik, Luluk, dan Teguh. (C16-77e)



















KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 6 Agustus 2002

 

Penawaran Oliveira Dinilai Terlalu Mahal

SEMARANG - Permintaan yang terlalu mahal. Itulah yang membuat Arilson de Oliveira belum dipanggil oleh pihak manajemen, kendati para pemain yang sama-sama ikut seleksi, sebagian besar sudah melakukan pra-kontrak sebagai tanda jadi untuk membela PSIS persiapan KLI IX.
Pada putaran KLI VIII, nilai kontrak masih Rp 100 juta plus gaji Rp 10 juta/bulan. Namun, pada saat dipanggil untuk mengajukan penawaran, pemain asal Brasil itu mematok harga terlalu tinggi.
Dia meminta nilai kontrak Rp 250 juta, meminta gaji dua kali lipat, dari Rp 10 juta menjadi Rp 20 juta, sehingga permintaan yang dinilai terlalu tinggi tersebut, masih ditangguhkan.
"Seperti program kami, pemain asing prioritas akhir. Tetapi kalau permintaannya tidak terlalu tinggi, Oliveira sudah teken pra-kontrak, karena dia termasuk pemain yang dipanggil," tutur pelatih Daniel Roekito, kepada wartawan seusai latihan di Stadion Jatidiri, petang kemarin.
Penawaran sebesar itu, bisa digunakan untuk merekrut dua pemain nasional Budi Sudarsono dan Gendut Dony. "Pak Marmo (Wakil Manajer Drs Soemarmo MM - Red) sudah melakukan pendekatan terhadap Gendut Dony. Kami juga baru mencari pemain depan," tambahnya sambil menjelaskan, kebutuhan tim sudah terpenuhi 90 persen.
Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo juga mengaku penawaran oleh Oliveira terlalu tinggi. "Kami sudah mencoba menawar, Oliveira belum mau bergeser," jelasnya.
Itulah sebabnya, perhatian pihak manajemen dialihkan ke striker Persija Gendut Dony asal Salatiga. "Pendekatan yang kami lakukan sudah mendekati jadi. Kepastiannya minggu depan, saat itu saya akan ke Jakarta."
Sementara itu, suasana latihan sore kemarin diwarnai maraknya pemain-pemain yang melamar, kendati belum hadirnya pemain-pemain luar kota, yang sudah teken pra-kontrak, seperti I Komang Putra, Agus Murod, Bonggo Pribadi, Heri Ismanto.
Wajah-wajah baru itu adalah mantan pemain eks Divisi I yang timnya gagal masuk empat besar, antara lain kiper Hadi Suryanto asal Persijap, Maradona, Ori Kambuaya, Anang Dwita dari Pusam Samarinda, termasuk kakak kandung Gendut Dony, yang pernah memperkuat PSIS dan Bandung Raya yaitu Deftendy.
Padahal menurut Daniel Roekito, dari 23 pemain inti yang dibutuhkan, sekarang sudah terisi 19 pemain, sehingga hanya ada empat lowongan pemain. (C16-57e)

 

Friday, February 12, 2016

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 5 Agustus 2002

Belum Dipanggil PSIS, Oliveira ke Pelita

 

DIPERTAHANKAN: Striker Prancis, Thierry Henry (tengah) tetap dipertahankan oleh Arsenal. Pemain keling itu tak dijual meskipun banyak klub besar mengincarnya. Pemain yang dikabarkan akan hengkang ke Liga Spanyol atau Seri A Italia itu mengatakan, hidupnya bisa menjadi tidak berarti tanpa Arsenal. (Foto:Suara Merdeka/rtr-77)

SEMARANG - Senin ini sekitar pukul 05.00 WIB, tiga mantan pemain PSIS yakni Restu Kartiko, M Ridwan, dan Arilson de Oliveira secara bersama-sama berangkat untuk bergabung dengan Pelita Krakatau Steel Cilegon naik kereta dari Stasiun Tawang.
Keberangkatan tiga pemain itu menjadi pembicaraan hangat pecandu sepakbola Semarang, saat mereka menyaksikan Kompetisi Divisi I-II PSIS di Stadion Citarum petang kemarin.
Kokok (panggilan akrab Restu Kartiko) dan Ridwan sudah pasti bergabung dengan klub yang dilatih oleh Danurwindo itu, setelah beberapa hari lalu melakukan ikatan kontrak sebagai tanda jadi.
"Saya tahu, mereka bertiga akan berangkat bersama-sama, karena saya melihat tiket tiga pemain itu. Kalau Kokok dan Ridwan sudah tanda tangan kontrak, Oliveira baru sebatas seleksi," tutur salah satu sumber yang layak dipercaya.
Kepergian Oliveira dikatakan akibat ketidakpuasannya setelah ikut seleksi beberapa hari, tetapi sampai sekarang belum diperhatikan. Sedangkan pemain yang dipanggil sudah tanda tangan kontrak.
"Mungkin dengan pertimbangan itu, Oliveira nekat ke Cilegon. Kami juga mendengar, kontrak yang diminta pemain Brasil itu terlalu tinggi. Kabar yang kami terima mencapai Rp 250 juta."
Suasana Baru
Sementara itu, Oliveira ketika dihubungi Suara Merdeka semalam membenarkan pagi ini akan berangkat ke Cilegon bersama dua rekannya. Hal itu akibat belum ada kejelasan dari pihak manajemen.
Dia mengakui, sampai saat ini belum pernah dipanggil untuk negosiasi seperti rekan-rekan yang lain. Tentu sebagai pemain profesional, yang hidupnya dari main bola, muncul keragu-raguan.
"Buat apa saya menunggu-nunggu hal yang belum jelas, persyaratan ikut seleksi sudah kami lakukan. Nyatanya, dipanggil pun belum. Mumpung masih ada kesempatan, lalu saya melamar ke Pelita," katanya.
Dianggapnya wajar, kalau dia menaikkan harga seperti pemain-pemain yang lain. Tetapi kenyataannya, pemain-pemain yang lain sudah melakukan prakontrak, dia belum.
"Memang benar, seperti apa yang Anda katakan. Nilai kontrak, kami minta naik. Tetapi penawaran itu tidak harga mati, masih bisa 'digoyang' atau ditawar. Dipanggil saja tidak, dengan terpaksa saya harus mencari suasana baru."
Kepiawaiannya sudah diperlihatkan bertahun-tahun di Kota ATLAS ini. Terakhir di KLI VIII berhasil mencetak delapan gol, sehingga dirinya beranggapan masih layak dipertahankan.
"Kurang apa loyalitas saya dengan PSIS, tetapi kenyataannya seperti ini. Bukan pemain inti saja sudah dipanggil, sementara saya yang menjadi pemain inti belum disentuh." (C16-57t)
 

 



Wednesday, February 10, 2016

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 3 Agustus 2002

 

Eko Purjianto Bergabung

  • Ari Supriyarso Dicoret
Eko Purjianto - SM/dok

SEMARANG-Pendekatan yang tak kenal lelah terhadap Eko Purjianto akhirnya membuahkan hasil. Stopper tim nasional binaan Klub Sport Supaya Sehat (SSS) Semarang ini sudah menyatakan diri siap membela PSIS. Urusan kontrak dan gaji antara dia dan tim juga sudah dirampungkan.

''Saya salut pada Eko. Loyalitas dia terhadap PSIS tinggi. Hal itu terlihat dari gaji yang dimintanya, tidak mahal,'' tutur Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi semalam.

Eko memiliki beberapa pertimbangan memilih bermain di Semarang. Selain ingin selalu dekat dengan istri dan anaknya yang tinggal di Kabupaten Kendal, dia juga ingin lebih sering menyambangi orang tuanya yang asli Kota ATLAS. Mantan bintang PSSI Primavera ini akhirnya memutuskan memperkuat tim daerahnya.
Ketika bergabung dengan PSKS Pekanbaru bersama Bima Sakti, Hendro Kartiko, dan Kurniawan Dwi Yulianto, Eko termasuk kategori pemain mahal. Kontraknya mencapai Rp 250 juta.
''Dia pemain nasional, jadi saya nilai wajar kalau angkanya sampai sebesar itu. Tapi dengan pertimbangan yang kami sebut di atas, dia bersedia menurunkan gaji dan kontraknya. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Eko dari Jakarta untuk tanda tangan kontrak,'' tambah Yoyok sambil menjelaskan 75% pemain PSIS yang dikontrak berasal dari Semarang.
Agus Murod
Sementara itu, di barisan kiper persaingan keras berakhir. Hadirnya Agus Murod Alfarizi membawa dampak tersendiri bagi Ari Supriyarso. Saat rekan-rekannya meneken kontrak, dia justru dicoret. Ari kalah bersaing dengan I Komang Putra dan Agus Murod. Kiper ketiga diberikan ke pemain lokal asal TEPZ, Basuki.
Pelatih Daniel Roekito mengakui pencoretan Ari Supriyarso yang selalu menjadi kiper cadangan. Ketika PSIS di Divisi I menjadi cadangan Agus Murod dan pada KLI VIII lalu sebagai cadangan I Komang Putra. ''Apa tidak kasihan kalau Ari selalu menjadi pemain cadangan. Padahal, dia masih muda, punya potensi,'' tuturnya.
Jika Ari bersedia pindah ke Arema atau Persik Kediri, ada kemungkinan dia menjadi kiper utama. ''Kami punya beban moral terhadap Ari, dia akan kami salurkan ke Persik atau Arema. Di sana nasib dia akan lebih baik.''
Hingga kemarin, negosiasi masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya menyelesaikan negosiasi dengan lima pemain inti yaitu I Komang Putra, Bonggo Pribadi, Heri Ismanto, Bambang Harsoyo, dan Andi Setyono, kemarin giliran pemain -pemain lokal termasuk lima pemain hasil seleksi anggota klub PSIS. Mereka antara lain Wasis Purwoko, Setyawan, Idrus Gunawan, Arif Rachman, Firman Sukmono, Khusnul Yaqien, Tri Murvedayanto, Anis, serta lima pemain magang, yakni Hariyanto, Teguh, Luluk, Andrik, dan Azis.
''Agus Murod juga asli Semarang. Ketika kami sodori nilai kontrak dan gaji ketika main di Divisi I, diterima begitu saja tanpa ditawar. Kami nilai loyalitasnya terhadap Semarang tinggi,'' jelas Yoyok. (C16-77t)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 2 Agustus 2002

Agung Belum Sepakat Soal Nilai Kontrak

PERSAINGAN KERAS: Seleksi pemilihan pemain PSIS berlangsung keras dan disiplin. Para pemain beraksi dengan serius saat melakukan latihan di Stadion Jatidiri. (Foto: Suara Merdeka/D5-57)
SEMARANG- Lima dari enam pemain yang sedang bernegosiasi dengan manajemen PSIS setuju dengan draf kontrak Tim Mahesa Jenar.
Mereka memastikan diri bergabung dengan PSIS untuk Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX. Seorang lain, Agung Setyabudi masih belum sepakat soal nilai kontrak meskipun masalah gaji sudah setuju.
Lima pemain yang dimaksud adalah Bonggo Pribadi, Bambang Harsoyo, Heri Ismanto, I Komang Putra dan Andi Setyono. Hanya Agung Setyabudi yang masih alot, sampai kemarin belum ada kata sepakat terutama masalah kontrak.
"Gaji yang diajukan oleh Agung, saya sudah sepakat. Yang masih menjadi permasalahan nilai kontrak. Kami menawar, tetapi Agung masih mempertahankan sehingga belum ada kata sepakat," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi kepada wartawan di Balai Kota, siang kemarin.
Putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip SH itu masih belum mengungkapkan nilai nominal gaji dan kontrak yang diminta Agung. Akan tetapi dia menjelaskan, pihaknya menurunkan nilai kontrak bek kanan itu lantaran penampilan dalam seleksi menurun. "Setelah saya lihat tiga hari ikut seleksi performance-nya menurun. Dengan pertimbangan itu, lalu kontrak yang diajukan kami tawar."
Tanpa mau menyebut nama-nama, hari ini manajemen akan merekrut enam pemain lagi. "Sabtu atau Senin, pemain yang sudah melakukan negosiasi akan langsung diikat dengan prakontrak sebagai tanda jadi."
Eko Purjianto
Dalam pada itu, Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM yang baru saja tiba dari Jakarta membawa kabar baik tentang stopper Eko Purjianto yang kini bergabung dengan Timnas Piala Tiger.
"Kebetulan saya satu hotel dengan pemain PSSI di Hotel Santika. Sudah ada kata sepakat, hampir sembilan puluh persen jadi, satu atau dua hari lagi saya akan berangkat ke Jakarta untuk melakukan prakontrak."
Pada kesempatan tersebut, Soemarmo juga bertemu dengan Gendut Doni (striker Persija asal Salatiga), dan Supriyono (bek kanan PSMS asal Semarang) yang telah menyatakan ingin bergabung dengan PSIS.
"Tetapi dua pemain tersebut masih terikat kontrak dengan klub asalnya. Supriyono baru berakhir November dan Gendut Oktober, sehingga kami belum bicara kontrak dan gaji."
Kamis siang kemarin, Wali Kota Semarang bersama jajaran manajemen tim mengadakan pertemuan dengan para pengusaha di Semarang untuk membahas masalah penghimpunan dana.
"PSIS butuh dana yang besar, sehingga bila hanya menggantungkan dana dari APBD tidak akan mencukupi. Dengan demikian, apa yang dilakukan merupakan langkah positif untuk menghimpun dana yang besar tersebut," tutur Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang H Sriyono seusai pertemuan.
Para penyumbang itu akan diumumkan di media cetak, bentuknya seperti dompet peduli, sehingga akan kelihatan transparan. (C16-57j)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 1 Agustus 2002

Hari Ini Enam Pemain Langsung Negosiasi

BERSAING KERAS: Kiper Agus Murad Alfarizi (asal Persebaya Surabaya) ikut berlatih pada seleksi PSIS di Stadion Jatidiri, kemarin. Masuknya Agus menjadikan persaingan di posisi kiper makin keras karena saat ini sudah ada lima kiper. (Foto: Suara Merdeka/D5-57)
SEMARANG - Kendati pemain yang melamar terus bermunculan, manajemen baru PSIS akan melakukan negosiasi dengan enam pemain. Diharapkan Senin nanti enam pemain dari luar kota itu sudah menandatangani kontrak.
Enam pemain itu adalah I Komang Putra, Agung Setyabudi asal Solo, Bonggo Pribadi (Surabaya), Bambang Harsoyo (Kudus), dan Heri Ismanto (Pasuruhan), Mereka anggota tim PSIS pada KLI VIII lalu. Satu pemain lagi, Andi Setyono dari Arema Malang asal Blitar.
Suharyono dari PSMS Medan terpaksa dipulangkan karena kalah bersaing dengan depan pemain lokal, seperti Khusnul Yaqien, Setyawan, Mukhid, dan Arif Rachman.
''Kami memprioritaskan pemain-pemain luar kota hasil pengamatan tiga hari terakhir. Suharyono, yang jauh-jauh datang dari Medan, dengan berat hati terpaksa kami pulangkan,'' tutur pelatih Daniel Roekito, seusai seleksi petang kemarin.
Negosiasi akan dilakukan di kantor manajer tim Yoyok Sukawi, Jalan S Parman, pagi ini. ''Namanya negosiasi, sehingga masih ada tawar-menawar gaji dan kontrak yang diajukan. Kalau sudah ada kata sepakat, tidak usah sampai hari Senin, Sabtu pun bisa diselesaikan.''
Kehadiran Andi Setyono akan mengisi kekosongan posisi gelandang bertahan yang ditinggal Restu Kartiko ke Pelita Krakatau Steel. Pengalaman dan postur tubuh Andi pun cukup menunjang.
Sebelum bergabung dengan Arema, pemain yang mempunyai tinggi badan 183 cm itu enam tahun memperkuat Petrokimia Putra. ''Kontrak dan gaji juga tidak terlalu mahal,'' ujar Roekito.
Kelihatan Padu
Saat dicoba berpasangan dengan Bonggo Pribadi dan Wasis Purwoko di belakang mereka kelihatan padu. Trio belakang dengan postur tubuh tinggi-tinggi kelihatan sulit ditembus lawan.
Sementara itu perebutan posisi di bawah mistar akan lebih ketat. Sampai saat ini baru I Komang Putra yang hampir pasti bergabung sehingga tinggal butuh dua penjaga gawang lagi.
Kehadiran Agus Murod Alfarizi juga menjadi ancaman tersendiri bagi Ari Supriyarso, Basuki (PS TEPZ), Nelson (PS Undip). Agus Murod, yang baru bergabung kemarin, merupakan kiper abadi PSIS Divisi I. Sejak penyisihan sampai PSIS juara Divisi I dia selalu berdiri di bawah mistar.
Empat kiper ini harus bersaing sampai seleksi berakhir 10 Agustus. Hari ini 15 pemain lokal yang masih bertahan akan diciutkan lagi menjadi 10 pemain.
''Sampai saat ini kami sudah mengantongi 18 pemain. Nama mereka masih kami rahasiakan. Kekurangannya kami ambilkan dari pemain-pemain yang melamar."
Manajer tim Yoyok Sukawi mengakui sudah mengantongi dana segar Rp 1 miliar untuk merekrut pemain. Dana itu diperoleh dari Ketua Umum H Sukawi Sutarip dan pinjaman bank.(C16-57g)
 

Monday, February 8, 2016


KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 30 Juli 2002

 

Komang-Agung Datang, Seleksi Ketat

Agung Setyabudi dan I Komang Putra

SEMARANG- Hari pertama seleksi pemain-pemain undangan Selasa (30/7) sore ini diperkirakan berjalan ketat. Sebab, bukan hanya para pemain yang diundang khusus yang akan hadir, tetapi juga pemain-pemain tamu yang ingin bergabung ke PSIS.
Sejak kemarin, beberapa pemain termasuk Bonggo Pribadi, Heri Ismanto, dan Bambang Harsoyo sudah datang memenuhi undangan. Selain mereka, tampak ada Suharyono (PSMS Medan), Trimur Vedayanto (Pelita KS), dan Andi Setyono (Arema Malang). Adapun I Komang Putra dan Agung Setyabudi diperkirakan baru hadir sore ini.
Kesanggupan dua mantan pemain nasional asal Solo itu disampaikan oleh mantan manajer tim, Simon Legiman, kepada wartawan, saat menyaksikan seleksi pemain lokal di Stadion Jatidiri, petang kemarin.
"Agus Murod Alfaridzi (kiper/Persebaya) juga sudah menghubungi saya. Dia baru bisa hadir Rabu besok. Kalau Komang dan Agung Selasa ini (hari ini-Red) tiba. Jika mereka datang, seleksi pasti berjalan ketat," tutur Simon.
Dia juga menyebut nama Khairil "Pace" Anwar yang berminat bergabung dengan PSIS, tetapi yang bersangkutan belum diundang. "Jika diminta, kapan pun saya siap mendatangkan karena rencana kontrak dengan Persebaya sudah saya minta untuk ditunda. Kontrak Rp 100 juta dan gaji Rp 10 juta untuk kelas Pace (Kharil Anwar) tidak mahal," tambahnya.
Johan Prasetyo
Tentang Johan Prasetyo dan Suswanto yang kini masih bergabung di PSSI U-21 tahun, serta Eko Purjianto yang sedang memenuhi panggilan PSSI Piala Tiger, kemungkinan baru bergabung akhir Agustus mendatang.
"Ketiga pemain ini sudah sanggup bergabung. Ketiganya pemain nasional sehingga kami memaklumi kalau tidak memenuhi undangan seleksi. Kira-kira akhir Agustus mereka baru bisa gabung setelah program PSSI berakhir," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi.
Selama seleksi pemain lokal sejak 25 Juli lalu, dari 65 pemain yang ikut kini tinggal 20 orang. Sore ini para pemain itu akan digabung jadi satu dengan pemain-pemain undangan lain.
"Kamis lusa hanya akan kami sisakan 10 pemain, lalu diciutkan lagi menjadi enam pemain magang dan satu pemain ke tim utama," jelas pelatih kepala, Daniel Roekito.
Nama-nama pemain yang masih bertahan pada penyaringan tahap ketiga adalah Haryanto, Nawawi (Persiku Kudus), Wawan, Yuli Kristanto, Teguh S, Catur (Garuda), Azis AP, Yudi K, Anis H (POP), Moch Adrik (HW), Wahyu Rustiono (Barito Putra), M Irfan, Anom (Unnes), Dony Kurniawan, Luluk K, Basuki (TEPZ), Agung (Persisac), Wahyu Kristanto (Tunas Sakti), Nelson (Undip), Sandy Siegers (PSM Makassar). (C16-77t)

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 28 Juli 2002

 

Eko Siap Gabung PSIS

SEMARANG- Pemain nasional PSSI, Eko Purjianto, masuk dalam daftar pemain yang dipanggil PSIS Semarang. Diharapkan Selasa lusa dia sudah bisa tampil di Stadion Jatidiri, bersama pemain-pemain eks PSIS KLI VIII, memenuhi undangan pihak manajemen untuk mengikuti seleksi.
''Beberapa hari yang lalu, kami sudah ketemu dengan Eko. Intinya, sudah ada kesiapan untuk bergabung dengan PSIS, undangan seleksi juga sudah kami sampaikan,'' tutur Wakil Manajer Tim PSIS, Drs Soemarmo MM, petang kemarin, di Stadion Jatidiri.
Kalau masih mempertahankan nilai kontraknya yang mahal, mencapai Rp 250 juta seperti ketika bergabung dengan PSPS Pekanbaru, Soemarmo juga menganggapnya sebagai hal wajar, karena Eko merupakan pemain profesional.
Sebelumnya, Eko kepada Suara Merdeka juga menyatakan siap membela PSIS. ''Terpaut sedikit, saya akan pilih PSIS. Sudah saatnya saya membela PSIS, apalagi istri saya juga orang Semarang (Kendal-Red),'' ujarnya.
Sementara itu, dari 66 pemain yang mengikuti seleksi, mulai kemarin sore sudah dirampingkan menjadi 32 pemain. Pengumuman nama-nama pemain yang lolos seleksi diumumkan asisten pelatih Joko Yogyanto dan Janu Ismanto, seusai latihan.
Tetapi Senin besok, Pelatih Kepala Daniel Roekito akan menciutkan lagi menjadi 20 pemain. Hari berikutnya, mereka akan main bersama pemain-pemain eks PSIS KLI VIII.
Suasana seleksi kemarin sore mempunyai mempunyai arti tersendiri bagi Joko Yogyanto, karena rekan-rekan seangkatannya di PSIS tahun 1989-1984 hadir di stadion untuk mendukungnya.(C16-48)

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 25 Juli 2002

 

Roekito Kepincut Ridwan

SEMARANG - Tiga pemain PSIS Utama yang ikut memperkuat PSIS Yunior, Restu Kartiko, M Ridwan dan Khusnul Yaqin, dipantau secara khusus oleh pelatih PSIS Utama Daniel Roekito pada uji coba melawan PSSI U-21 di Stadion Jatidiri Semarang, sore kemarin.
Pada prinsipnya, Roekito yang dipercaya mempersiapkan tim ke Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX kepincut tiga pemain lokal itu, terutama M Ridwan. Ridwan mencetak sebuah gol indah dalam uji coba yang berakhir imbang 2-2 itu.
''Untuk sementara, Ridwan kami nilai bagus. Namun akan kami lihat lagi pada seleksi 30 Juli mendatang,'' tuturnya kepada wartawan.
Bagaimana dengan Kokok (panggilan akrab Restu Kartiko)? Dia menilai kemampuan Kokok belum sepenuhnya terlihat. Sebab, sebagai stopper dia belum teruji. Sedangkan Khusnul sebagai penyerang masih perlu banyak pengarahan. Pada seleksi nanti dia akan bersaing dengan Johan Prasetyo.
Paling tidak, lima pemain Arema Malang, seorang dari Barito Putra, dan seorang dari Pupuk Kaltim, ditambah beberapa pemain eks PSIS KLI VIII, serta Khairil Anwar, akan ikut seleksi.
''Johan Prasetyo dan Suswanto yang kini masuk tim nasional, berjanji datang ke Semarang. Seleksi nanti akan dihadiri banyak pemain.''
Bersama Manajer Tim Yoyok Sukawi, Roekito tetap komit dengan janjinya, yakni memprioritaskan pemain lokal seperti yang pernah dipaparkan di depan Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip SH. Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip optimistis Roekito bisa membawa tim lebih berprestasi. (C16-59)


KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 24 Juli 2002
 
 

Johan Siap Bela PSIS

SEMARANG-Johan Prasetyo, striker Arema Malang, menyatakan siap membela PSIS pada KLI IX. Hanya mantan pemain Apacinti itu belum dapat memenuhi undangan seperti pemain lain untuk mengikuti seleksi pada 30 Juli mendatang.
Alasannya, pemain yang menyumbang 17 gol untuk Arema pada KLI VIII ini masih mengikuti tur seleksi PSSI U-21 tahun. Kebetulan, kemarin tim itu datang ke Semarang untuk beruji coba dengan PSIS Yunior, sore ini.
"Pada prinsipnya saya siap. Saya juga sudah dihubungi Pak Daniel. Setelah seleksi PSSI selesai, saya akan bicara lagi,"tutur Johan di Hotel Candi Indah, siang kemarin.
Selain tertarik terhadap Johan, Roekito meminati Suswanto, mantan pemain Apacinti yang kini bergabung di PSSI U-21 tahun di bawah polesan pelatih Bambang Nurdiansyah. "Semula kedua pemain ini selalu menjadi pemain cadangan di Apacinti. Setelah kami bawa ke Arema, kemudian kami benahi, hasilnya tidak mengecewakan. Johan bahkan bisa mencetak 17 gol," tutur Roekito.
Itulah sebabnya, dua pemain asal Ungaran dan Rembang itu tidak akan melupakan dirinya. "Tentang dua pemain ini sudah kami bicarakan dengan manajer. Gaji yang mereka minta cukup murah, kendati Johan dan Suswanto bergabung di timnas," tambahnya. (C16-77t)

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 23 Juli 2002
 

Pemain Undangan Minta Gaji Naik

SEMARANG - Pagi kemarin, manajemen tim PSIS Utama menerima 10 pemain eks Kompetisi Liga Indonesia (KLI) VIII yang datang memenuhi undangan. Setelah diterima di kantor Manajer Tim Yoyok Sukawi di Jl S Parman, semua pemain mengajukan kenaikan gaji dan kontrak.
''Melihat daftar gaji mereka yang kami peroleh dari pengurus sebelumnya, gaji dan kontrak yang diajukan mengalami kenaikan. Hanya, jumlah yang diajukan satu dengan yang lain berbeda,'' tutur Yoyok, siang kemarin.
Kendati nilai nominal yang diajukan 10 pemain itu jelas, putra kedua Wali Kota Semarang H Sukawi Sutarip SH itu tak mau mempublikasikannya.
Sepuluh pemain yang memenuhi undangan adalah Restu Kartiko, Wasis Purwoko, Idrus Gunawan, Firman Sukmono, M Ridwan, Setyawan, Khusnul Yaqin, Arilson de Oliveira, Arif Rachman, dan Ari Supriyarso.
Sementara itu, Nurul Huda, pemain yang mengalami patah kaki saat PSIS berhadapan dengan Persema Malang di KLI VIII, belum bisa memenuhi undangan. Dia masih sakit. Demikian juga dengan Mukhid yang sampai kemarin berada di luar kota.
Namun, para pemain tersebut belum pasti masuk tim. Sebab, mereka harus mengikuti seleksi yang akan digelar 30 Juli mendatang.
''Paling tidak, kami telah tahu gambaran gaji dan kontrak yang mereka ajukan. Mereka dikontrak atau tidak bergantung pada permintaan pelatih. Yang minta kenaikan gaji tinggi akan kami tawar.''
Tiga Pemain
Peran aktif dari para pengusaha, seperti yang diharapkan Yoyok, akan dipelopori Simon Legiman. Pengusaha pengurukan tanah itu menawarkan satu dari tiga pemain, yakni kiper I Komang Putra, bek kanan Agung Setyabudi, dan gelandang bertahan Khairil Anwar.
Menurut sumber yang layak dipercaya, tiga pemain itu mempunyai kontrak dan gaji sama. Kontrak mereka Rp 100 juta dengan gaji Rp 10 juta/bulan. ''Itu harga lama, bisa juga minta naik,'' kata sumber itu.
Namun, semua itu bergantung pada hasil di lapangan ketika mereka melakukan tes kemampuan untuk memenuhi selera pelatih.
''Pak Simon akan menanggung satu dari tiga pemain yang ditawarkan. Semua kami serahkan kepada pelatih. Agung, Komang atau Pace (panggilan akrab Khairil Anwar-Red) yang dipilih,'' ungkap Yoyok.
Berkaitan dengan hal itu, pelatih PSIS Daniel Roekito berjanji akan tetap memperhatikan jasa Nurul Huda.
Gelandang yang mempunyai tendangan bebas akurat itu tetap dipanggil, walaupun kondisinya belum memungkinkan. (C16-59e)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 20 Juli 2002

PSIS Optimistis Dana Tercukupi

TIM OFISIAL: Tim ofisial PSIS bergambar bersama setelah mengadakan pertemuan kemarin. Dari kiri asisten pelatih Joko Yogyanto, pelatih fisik Janu Ismanto, pelatih kepala Daniel Roekito, Manajer Tim Yoyok Sukawi, Asisten Manajer Tim Danur Rispriyanto dan pelatih kiper Bambang Haryanto. (Foto: Suara Merdeka/C16-59)

SEMARANG- Untuk persiapan Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX, PSIS Semarang telah menganggarkan dana Rp 3,5 miliar hingga Rp 5 miliar. Dari kebutuhan itu, Rp 1 miliar didapat melalui APBD Kota Semarang dan sisanya dari partisipasi pengusaha.
Di samping dari dua sumber dana itu, pihak manajemen akan menggali dari sponsor tunggal, utama, dan pendamping, berikut member card serta hasil penjualan tiket setiap PSIS tampil di Stadion Jatidiri.
''Kami optimistis dana itu akan tercapai, karena apa yang kami lakukan hanya untuk memajukan olahraga rakyat (sepak bola-Red). Sudah kami data, di Semarang ada sekitar tiga ratus pengusaha,'' tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi kepada wartawan, siang kemarin.
Dia yang didampingi Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM menjelaskan, untuk pengusaha kecil dipungut Rp 1 juta, pengusaha menengah ke atas dari Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Ada kemungkinan pula menyumbang lebih dari jumlah yang ditetapkan itu.
Dia mencontohkan, Simon Legiman (bekas manajer tim PSIS) sudah menyanggupi menjadi bapak angkat. Kontrak dan gaji pemain tiap bulan akan ditanggung Simon dengan nilai ratusan juta.
''Hasilnya nanti akan kami umumkan di media cetak. Yang menyumbang banyak seperti Pak Simon, namanya kami tempatkan paling atas. Mereka yang tak menyumbang pun kami umumkan. Dengan cara demikian, masyarakat bisa mengetahui berapa banyak sumbangan yang kami dapat.''
Tentang tim, manajemen belajar dari pengalaman sebelumnya. Bila hasilnya jelek, pihaknya tak akan memecat pelatih di tengah jalan seperti yang terjadi pada KLI lalu.
Sebelum memilih Daniel Roekito sebagai pelatih, manajemen sudah memiliki pertimbangan. Roekito orang Semarang dan prestasinya membawa Arema Malang masuk 8 Besar dengan mengutamakan pemain lokal merupakan sebuah nilai tambah.
''Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih. Berdasarkan pengalaman lalu, pergantian pelatih tak berdampak bagus.''
Uji Coba
Dalam kesempatan terpisah, Daniel Roekito membagi-bagikan buku paparan program yang sudah direstui Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip SH. Tim inti akan terdiri atas tiga penjaga gawang, delapan pemain belakang, delapan pemain tengah, dan empat pemain depan.
''Sasaran kami masuk 8 Besar, sedangkan target lain PSIS bisa menyumbangkan pemain ke tim nasional. Setiap pelatih mempunyai target,'' tutur Roekito.
Program kerja yang tersusun rapi itu, di dalamnya terdapat program uji coba terbuka dan tertutup. Beberapa kali uji coba tertutup, hanya boleh disaksikan ofisial, dan bersifat untuk mendeteksi hasil latihan.
Dalam uji coba tertutup, pelatih akan mengamati stabilitas kesegaran pemain, penampilan agresif dua kali 45 menit secara konstan, dan kerja sama antarunit. Uji coba terbuka dilakukan, bila penampilan tim sudah baik. Para pemain dituntut selalu memenangi pertandingan.
''Cara seperti itu untuk membiasakan meraih kemenangan sekaligus membentuk mental juara atau ada prospek menuju juara. Jika uji coba tertutup, wartawan harus bisa memaklumi. Pintu stadion akan kami tutup.''(C16-59j)

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 20 Juli 2002
 
TAMU MINGGU INI

"Saya Ini Orang Lama"

Joko Yogyanto SM/C16
ADA suasana baru di tubuh PSIS setelah Daniel Roekito terpilih sebagai pelatih. Suasana baru itu semakin kental terasa setelah Roekito membuat perubahan besar dengan memilih wajah-wajah baru sebagai pendampingnya.
Jabatan asisten pelatih, yang selama ini dipercayakan kepada Firmandoyo, dialihkan kepada Joko Yogyanto SH. Selanjutnya, pelatih fisik yang semula dipegang Drs Supriyadi, sekarang ditangani Drs Janu Ismanto MS.
Akan tetapi, pemunculan nama-nama itu tak urung menimbulkan sikap pro-kontra di kalangan pengurus. Terutama setelah Roekito memilih Yogi -panggilan akrab Joko Yogyanto- menjadi asistennya. Selama ini, nama itu memang tenggelam di bursa kepelatihan PSIS.
Suara sumbang pun muncul dan menuduh Yogi erat dengan pesan sponsor dan KKN pada saat nama Firmandoyo konon disebut santer sebagai masih satu-satunya calon kuat.
Tetapi kini kehadiran Yogi harus diperhitungkan lebih dalam. Sebab, Yogi yang telah mengantongi sertifikat pelatih S2 memenuhi persyaratan itu.
Apalagi mantan kapten tim PSIS 1979-1983 itu pernah mempunyai peran besar di tim. Waktu itu dia adalah pemain idola Gubernur Jateng Soepardjo Rustam (almarhum). Dia juga pernah dua kali memperkuat tim nasional, PSSI Banteng dan PSSI Putih.
Orang Lama
Dengan demikian, sebenarnya mantan asisten pelatih EA Mangindaan pada Pra-PON Jateng 1985 itu bukan orang baru. ''Saya ini orang lama,'' ujarnya ketika ditemui kemarin.

Ketika dipilih oleh Roekito untuk menjadi asisten pelatih, dia ragu. Sebab, dia tak pernah membayangkan sebelumnya. ''Waktu itu saya berpikir seperti sebuah paket. Jika pelatihnya si A, asistennya sudah pasti si B. Namun ternyata Pak Roekito memilih saya.''
Di dunia kepelatihan di Semarang, pengalamannya tidak diragukan lagi. Dia benar-benar merangkak dari bawah. Mulai dari menangani SSS, Klub OMJ, dan POP pada musim kompetisi yang bersamaan dengan hasil tak mengecewakan. Bahkan, OMJ dan POP dapat promosi ke Divisi I PSIS. ''Saya sadar, setelah terpilih ada yang tidak senang kepada saya tetapi ada juga yang mau menerima. Yang penting sekarang, mari berpikir jernih ke arah positif untuk bersama-sama memajukan PSIS.''
Sebenarnya duet dengan Roekito bukan kali pertama baginya. Pemain terbaik Galakarya di Medan 1985 itu mendampingi Roekito menangani tim Pra-PON Jateng 1983. Dan, kini dia menyatakan akan all out membantu Roekito.
Ketika masih menjadi pemain, alumnus Pendidikan Notariat Fakultas Hukum Undip tersebut dikenal karena banyak memiliki keistimewaan dibandingkan dengan pemain lain. Salah satu keistimewaan kapten tim kelahiran Klaten 4 April 1956 yang selalu menempati posisi gelandang bertahan itu, ada pada tendangan kaki kirinya.
Penonton sering dibuat kagum, ketika tendangan pisangnya dari sudut lapangan langsung menjebol gawang lawan. Karena tendangan-tendangannya yang berbau akrobatis tersebut, dua kali dia terpilih sebagai pemain terbaik.
Pertama, saat Turnamen Brasiljadi (Brawijaya, Siliwangi, Jayakarta, Diponegoro) di Bandung pada 1977 dan kemudian di Kejurnas Galakarya di Stadion Teladan Medan 1985.
Yogi juga dikenal sebagai pemain yang amat disiplin dalam berlatih. Tak jarang pada jam-jam tertentu ketika teman-temannya belum datang, dia sudah berlatih seorang diri di lapangan.
''Selama di Medan, tiga kali saya mencetak gol dari tendangan sudut. Mungkin karena itulah saya terpilih sebagai pemain terbaik,'' ungkapnya me-ngenang. Dan, kini di pundaknyalah masa depan PSIS diletakkan. Bersama Roekito, dia sangat diharapkan oleh publik sepakbola Semarang mampu mengangkat kembali nama harus PSIS di kancah persepakbolaan Tanah Air.(Mundaru Karya-43j)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 20 Juli 2002
 

Program Daniel Diterima

SEMARANG-Persiapan PSIS menuju KLI IX tampaknya akan berjalan mulus. Hal itu terlihat dari sejak pembentukan manajemen tim sampai pemilihan pelatih dan asistennya yang tidak ada kendala. Ditambah pemaparan program oleh pelatih kepala Daniel Roekito yang disampaikan kepada Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip SH dan diterima baik.
Selain itu, pemanggilan 14 pemain eks PSIS plus tiga pemain bawaan Daniel Roekito dari Arema Malang, yakni Johan Prasetyo, Suswanto, dan Andi Setyono, juga diterima.
''Intinya, Ketua Umum menerima program yang disampaikan pelatih,'' tutur Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MS, petang kemarin. Dia mengatakan, Sukawi menyadari persaingan KLI IX bertambah berat, karena masing - masing wilayah hanya diisi 10 tim, tidak seperti KLI VIII yang diikuti 12 tim.

''Seperti yang ditulis koran, Daniel Roekito menargetkan lolos 8 besar. Tetapi Ketua Umum hanya menginginkan hasilnya lebih baik dibanding KLI VIII yang nyaris degradasi,'' tambahnya.
Terperinci
Sekum PSIS Prijo Anggoro BR SH MSi yang ikut hadir pada pertemuan juga mengaku tertarik melihat pemaparan program Daniel. Dia menilai program tersebut sangat terperinci dengan mengedepankan pemain-pemain lokal.
''Programnya bagus. Sebagai pelatih profesional, dia kelihatan sangat terperinci dalam memaparkan program. Juga dikatakan bahwa di PSIS nanti tidak akan ada pemain bintang, karena apa yang dilakukan lebih mengutamakan kerja sama tim. Semua pemain harus bekerja keras,'' katanya.
Program lima pekan ke depan juga sudah dipaparkan. Yaitu menggali pemain- pemain dari klub-klub anggota PSIS yang akan dibantu oleh tim pemandu bakat.
Sementara itu, Daniel Roekito mengaku akan membawa empat pemain asal Arema. Mereka adalah Johan Prasetyo dan Suswanto yang kini masih bergabung dengan PSSI U-21 tahun, serta Nanang Supriyadi dan Andi Setyono.
Hal itu dianggap wajar. Seperti halnya Halilintar ketika datang ke Semarang dan membawa pemain dari PSBL Bandarlampung, Johanes Petrus, Maxi AP, dan Eko.
''Statusnya sama dengan pemain-pemain eks PSIS KLI VIII. Tak kami istimewakan. Mereka harus ikut seleksi. Kalau tidak memenuhi syarat ya akan kami pulangkan," janji Roekito. (C16-77t)

 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 19 Juli 2002
 

Arilson de Oliveira Dipanggil Lagi

SEMARANG - Sedikitnya ada 14 pemain eks pemain PSIS KLI VIII yang masih diminati oleh pihak manajemen, sebagai persiapan KLI IX. Di dalamnya masih ada nama pemain asing asal Brasil, Arilson de Oliveira, sedangkan lainnya masih didominasi oleh pemain-pemain lokal Semarang.
Mereka antara lain Firman Sukmono, Restu Kartiko, M Ridwan, Khusnul Yaqien, Wasis Purwoko, Idrus Gunawan, Arif Rachman, Dwi Setyawan, Mukhid, I Komang Putra, Ari Supriarso, Nurul Huda, Bambang Harsoyo, dan juga Supriyono, pemain asal Semarang yang musim lalu memperkuat PSMS Medan.
"Undangan untuk pemain sudah kami sampaikan dengan harapan pada hari Senin (22/7) mereka bisa datang. Satu per satu akan kami tanya mengenai harga kontrak dan gaji yang diminta," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi, kemarin.
Pada acara hari Senin itu pihak manajemen tidak langsung melakukan negosiasi, tetapi baru sebatas penjajakan tentang kontrak dan gaji mereka. Sebab, mereka masih diwajibkan mengikuti seleksi yang akan dilakukan pada 25 Juli.
"Mereka yang dipanggil akan dilihat dulu oleh pelatih. Masalahnya, kewenangan pemain sepenuhnya ada di tangan pelatih yang dibantu para asistennya," ujarnya.
Yoyok juga mengaku sudah bertemu Arilson de Oliviera, setiba dari Brasil hari Selasa. Gelandang serang itu langsung melapor ke Sekum Prijo Anggoro SH MSi untuk kemudian menghadap Ketua Umum Sukawi Sutarip.
"Saya juga sudah bertemu langsung, orangnya baik. Gaji yang diminta masih dalam batas kewajaran, secara pribadi saya tertarik dengan dia," katanya.
Nurul Huda
Seusai perkenalan pelatih dan manajer di lantai IV Pemkot siang kemarin, Daniel Roekito juga mengusulkan Nurul Huda supaya tetap diperhatikan, kendati masih belum banyak diharapkan.
"Seperti nasib Hadi Surento, kakinya patah saat sedang membela tim. Demikian juga Nurul Huda, kakinya patah ketika membela PSIS berhadapan dengan Persema. Apa pun kondisinya, harus tetap diperhatikan, kami bersyukur kalau Nurul segera pulih," tuturnya. (C16-57k)
 

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 18 Juli 2002


Tiga Asisten Pelatih Negosiasi soal Gaji

SEMARANG - Begitu diumumkan, secara diam-diam tiga asisten pelatih PSIS, yakni Joko Yogyanto, Bambang Haryanto, dan Janu Ismanto, melakukan negosiasi dengan Manajer Tim Yoyok Sukawi di Jalan S Parman, mengenai nilai kontrak dan gaji mereka.
"Tiga asisten itu dipanggil satu per satu untuk tawar-menawar nilai kontrak dan gaji yang mereka minta. Negosiasi itu baru saja selesai dilakukan. Setelah itu kumpul bersama untuk membicarakan program selanjutnya," tutur salah satu sumber, yang enggan disebutkan jati dirinya, petang kemarin.
Manajer Tim Yoyok Sukawi juga tak mengelak ketika dimintai konfirmasi. Dia berterus terang baru saja selesai melakukan negosiasi. Namun dia tak mau menjelaskan soal gaji dan kontrak tiga asisten itu.
"Semua sudah beres. Tinggal melangkah ke program berikutnya. Mengenai kontrak, tidak etis saya sebut nilai nominalnya. Yang jelas tiga asisten itu ada kontrak dan gaji, besarnya normal-normal saja."
Sementara itu Bambang Haryanto, yang dipercaya menangani khusus kiper, mengaku sudah beres semua. Ada yang lebih menggembirakan karena dia bisa kumpul lagi dengan Joko Yogyanto.
"Selama lima tahun (1979-1984) di PSIS bersama Yogi. Mengajukan pensiun muda dari BRI juga dalam waktu yang sama, sehingga kekompakan yang kami jalin selama ini bisa membuahkan prestasi PSIS lebih baik daripada kompetisi kemarin," tutur Bambang.(C16-57g)


logo SUARA MERDEKA

Selasa, 17 Juli 2002


Joko Asisten Pelatih

SEMARANG - Teka-teki siapa yang bakal menjadi asisten pelatih PSIS terjawab. Setelah berkonsultasi cukup lama dengan Manajer Tim Yoyok Sukawi dan asisten manajer Drs Soemarmo MM, akhirnya pelatih Daniel Roekito memilih Joko Yogyanto SH sebagai asisten pelatih.
Entah apa saja yang dibicarakan di ruang tertu-tup di Kantor Yoyok Sukawi Jl S Parman itu. Para wartawan menunggu cukup lama, hampir tiga jam. ''Sabar sedikit, tunggu sebentar lagi,'' tutur Roekito yang kemudian masuk lagi ke ruangan.
Sekitar tiga jam kemudian, Roekito, Yoyok, dan Soemarmo keluar ruangan, kemudian duduk di ruang tamu menemui wartawan.
''Saya harus memilih 1 orang dari 5 calon. Semua calon baik dan memenuhi syarat. Setelah kami konsultasikan, saya memilih Joko Yogyanto sebagai asisten. Pak Yoyok dan Pak Marmo juga menyetujui,'' jelasnya.
Keterpilihan Yogi-panggilan akrabnya-merupakan terobosan baru untuk menangani tim utama PSIS. Sebab, yang terakhir ini asisten pelatih masih terus berkutat pada nama satu orang, yaitu Firmandoyo.
''Pribadi orangnya baik. Melihat pengalaman yang dimiliki, sudah saatnya, Firmandoyo diorbitkan menjadi pelatih. Saya menyadari, ketika Joko Yogyanto terpilih, banyak yang tidak suka. Setiap orang punya plus-minus.''
Sudah saatnya PSIS berani mengorbitkan Joko Yogyanto setelah melihat pengabdiannya di PSIS. Dia adalah kapten tim PSIS pada 1979-1984 dan pernah bergabung dengan PSSI Banteng dan PSSI Putih. Dia berpengalaman melatih di klub OMJ Semarang.
Sementara itu, Joko Yogyanto yang dihubungi di rumahnya, siap menerima tugas. ''Kalau pelatih dan manajemen memang menghendaki, saya siap mengabdi sepenuhnya untuk PSIS,'' janjinya.
Dia belum mau banyak bicara tentang jabatannya. Sebab, dia belum berkoordinasi dengan Roekito untuk pembagian kerja.
Lalu, fisik pemain akan dita-ngani oleh Drs Janu Ismanto MS. Pelatih kiper masih dipercayakan kepada Bambang Haryanto. Latihan perdana dimulai pada 19 Agustus mendatang.
''Jangan ada negative thinking, sama sekali tidak ada pesan sponsor. Tidak satu pun orang yang memengaruhi saya dalam pemilihan ini. Itu benar-benar dari lubuk hati yang dalam.''

Program selanjutnya, tidak menutup kemungkinan PSIS akan menggunakan pemain asing, kendati program utama lebih banyak memprioritaskan pemain-pemain lokal. Pemain asing yang dimaksud adalah yang benar-benar berkualitas. (C16-57e)
 
logo SUARA MERDEKA

Selasa, 16 Juli 2002

Kompetisi Divisi I-II PSIS

Garuda Hampir Pasti Promosi

SEMARANG- Meskipun masih menyisakan dua pertandingan, PS Garuda hampir pasti promosi ke Divisi I PSIS. Pada partai ke-8, Minggu (14/7), Garuda menang telak 6-1 atas PMC di Stadion Citarum.
Dari enam gol itu, tiga merupakan hattrick Teguh (7, 73, 89). Sisanya dibagi rata oleh Dony (12), Sugiyono (20), dan Andik (83).
Satu-satunya gol balasan PMC dicetak Rifai pada menit ke-90. Tambahan tiga angka tersebut membuat anak-anak asuhan pelatih Firmandoyo itu mengumpulkan 19 poin dan bertengger pada puncak klasemen. Mereka hampir pasti promosi.
Di belakang Garuda, Tugu Muda dan Kuda Laut menempel dengan nilai 17 dan 13. Akan tetapi, kedua tim itu mempunyai keuntungan karena baru memainkan tujuh pertandingan. PS Lowo mengemas nilai 11 dari enam kali tampil.
Pada hari yang sama, PS TEPZ menang tipis 3-2 atas juara bertahan Pemuda Ansor Semarang (PAS). Tiga gol TEPZ diborong Hery EP (46, 51, 77), sedangkan dua gol PAS dicetak oleh MS Wafa pada menit ke-39 dan ke-94.
Di kelompok Divisi I terdapat tiga tim terancam degradasi, yaitu PS Undip yang baru memiliki satu angka, Persisac dengan dua angka, dan OMJ dengan empat angka. Ketiganya sudah memainkan tujuh pertandingan.
Dengan kemenangan tersebut, TEPZ terus membayangi PS POP sebagai pimpinan klasemen sementara dengan nilai 13 (setelah dikurangi tiga angka akibat mogok main ketika berhadapan dengan POP). (C16-77j)
Klasemen Sementara
Divisi II
1. Garuda 8 6 1 1 22/ 7 19
2. Tugu Muda 7 5 2 0 12/ 4 17
3. Kuda laut 7 4 1 2 19/12 13
4. Lowo 6 3 2 1 9/7 11
5. Union 6 2 2 2 9/8 8
6. Romeo 7 2 2 3 7/9 8
7. PMC 6 1 4 1 9/12 7
8. Barata 7 1 4 2 7/8 7
9. TCS 7 1 3 3 7/10 6
10.Siasat Cepat 6 1 2 3 6/8 5
11.HW 7 0 5 2 5/8 5
12.Tunas Muda 7 1 2 4 4/10 5
13.Persepu 7 1 2 4 5/18 5
Divisi I:
1. POP 7 6 1 0 19/4 19
2. TEPZ 8 5 1 2 18/10 13
3. SSS 7 3 4 0 9/6 13
4. PSAD 7 3 3 1 18/11 12
5. Biprada 7 3 3 1 10/7 12
6. Tunas Sakti 6 3 2 1 8/7 11
7. Unnes 7 3 1 3 12/11 10
8. PAS 8 1 5 2 10/12 8
9. Untag 7 2 2 3 9/11 8
10.OMJ 7 1 1 5 6/15 4
11.Persisac 7 0 2 5 7/18 2
12.Undip 7 0 1 6 6/18 1
 

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 16 Juli 2002
 

Hari Ini Nama Asisten Pelatih Diumumkan

SEMARANG-Empat nama masih bersaing di bursa calon asisten pelatih PSIS. Mereka adalah Firmandoyo, Joko Yogyanto, Daud Djoko Ganafianto dan Benny Hartono. Keempat orang itu memiliki kesempatan sama. Hingga kemarin, Pelatih Kepala PSIS Daniel Roekito belum memutuskan siapa dari empat calon itu yang akan mendampinginya.
Meski belum menyebut nama, namun mantan pelatih Barito Putra dan Arema Malang itu memberi gambaran tentang kriteria calon yang akan menjadi asistennya. Menurut dia, orang tersebut harus benar-benar profesional, tidak mempunyai pekerjaan sampingan kecuali hanya mengurus bola.
Dari kriteria itu bisa ditebak, Firmandoyo dan Joko Yogyanto memiliki peluang terbesar.
Sedangkan Benny Hartono terikat kerja di Tanjung Emas Processing Zone (TEPZ) merangkap pembina PS TEPZ. Demikian pula Daud Joko, dia bekerja di PT Indonesia Power UPB Semarang Tambaklorok.
"Kita ingin asisten pelatih yang bisa konsentrasi penuh di PSIS. Jadi mereka harus profesional. Tunggu saja sampai besok (hari ini-red). Setelah kami konsultasikan ke manajer tim, namanya akan langsung kami umumkan," janji Roekito.
Johan Prasetyo
Dia menambahkan, mantan anak asuhnya di Barito Putra, Bambang Harsoyo dan Johan Prasetyo dari Arema, memiliki keinginan bergabung.
Rupanya, Johan tidak melupakan jasa Roekito. Berangkat dari pemain cadangan di PS Apacinti Ungaran, namanya menjadi besar di KLI VIII bersama Arema dengan mempersembahkan 14 gol di wilayah barat yang baru lalu. Kalau sebelumnya Johan disebut - sebut masih terikat kontrak dengan Arema selama dua musim kompetisi, menurut Roekito, tidak benar.
"Hanya hak opsinya yang dua tahun. Kontraknya satu musim. Kalau direstui oleh manajemen, saya yang akan meminta ke Arema." (C16-77)

Sunday, February 7, 2016

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 16 Juli 2002



Simon Calon Manajer Persijatim

SOLO- Bekas manajer tim PSIS Semarang Simon Legiman dan eks pelatih Pelita Solo Yusak Susanto mendapat perhatian serius dari pengurus Persijatim Solo FC untuk menduduki posisi penting dalam Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX mendatang. Kepastian Simon menjabat manajer tim masih ditunggu.
"Calon pelatih Persijatim Solo FC pada kompetisi mendatang dapat dipastikan Yusak Susanto, karena dia memiliki banyak pendukung di Solo. Akan tetapi, untuk manajer tim belum ditentukan.
Jika Simon Legiman mau, ya bagus," ungkap M Zain, pemilik klub Persijatim.
Dia mengemukakan, Simon yang pernah sukses menjadi manajer tim PSIS sangat layak untuk memimpin Persijatim. "Untuk jabatan manajer tim, siapa saja boleh asal bersedia dan berdedikasi tinggi. Bila dia sanggup akan kami serahi jabatan itu."
Ditemui Suara Merdeka pada saat menyaksikan pertandingan Liga Bogasari di Stadion Manahan Solo kemarin, dia menuturkan, Persijatim akan kembali bermarkas di Solo. "Kami sudah menemui Pak Satrio (Ketua Pasoepati-Red) dan juga Pengda PSSI Jateng. Pada dasarnya, pencinta sepakbola Solo tetap mendukung kami."
Pemain Solo
Ketua Pengda PSSI Jateng Drs Sumaryoto mengungkapkan, Solo memang butuh kegiatan sepakbola. Dukungan positif itu membuktikan Persijatim bisa diterima warga Solo.
Untuk mempersiapkan tim, pada Agustus mendatang akan dilakukan pemanggilan dan seleksi pemain. Beberapa pemain seperti Leo Saputan, kiper Wawan Setiawan, dan Tomy Haryanto masih layak dipakai. Khusus Nunung Indriyanto yang pernah melakukan tindakan insdisipliner, tak akan dipakai lagi. Persijatim juga membutuhkan beberapa pemain Persis Solo. "Kami belum bisa menjelaskan secara terperinci posisi pemain asal Solo yang dibutuhkan," jelas M Zain.
Akan tetapi, dia sudah berkonsultasi dengan Ketua Korwil V Jateng Drs Bambang Slameto untuk meneliti pemain yang diperlukan. Soal kebutuhan pemain, diserahkan sepenuhnya kepada pelatih.
Pada KLI mendatang, Persijatim akan tetap mengambil home ground di Solo. Mes lama tak akan dipakai lagi. Pihaknya siap mencari rumah kontrakan baru.
"Rata-rata pemain tak senang dengan mes lama di Cemani, Grogol. Untuk itu, kami butuh rumah penampungan baru."(P44,bn-59j)
 
logo SUARA MERDEKA


Selasa, 15 Juli 2002


Jumat, Roekito Diminta Paparkan Program

SEMARANG - Calon-calon pendamping pelatih PSIS Daniel Roekito untuk menangani tim Mahesa Jenar, kini sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemerhati sepakbola Semarang. Padahal, hingga saat ini Roekito belum pernah mengungkapkan secara transparan.
Semula beredar nama Firmandoyo, Djoko Yogyanto SH, kemudian muncul dua nama lagi yaitu Daud Ganafianto dan Benny Hartono, yang bakal menjadi asisten pelatih karena semuanya berminat.
"Dari empat nama itu, harus ada tiga calon yang gugur. Nama Firmandoyo masih kuat, bahkan hampir pasti. Pelatih fisik Janu Ismanto, pelatih kiper adalah Bambang Haryanto, kedua nama ini juga sudah hampir pasti," tutur salah satu sumber yang layak dipercaya.
Dia mengatakan, Khairil Anwar juga diminati oleh Roekito yang berlanjut pertemuan di Semarang beberapa hari lalu. Tetapi saat itu mantan gelandang bertahan Persebaya itu belum mau buka harga.
"Kalau di Persebaya nilai kontrak Khairil Anwar Rp 100 juta, dengan gaji Rp 10 juta/bulan, tentu di PSIS dia akan mengajukan nilai yang lebih," jelasnya.
Paparkan Program
Roekito belum bisa dihubungi. Yang bersangkutan masih di Malang. Saat dikontak, HP-nya juga tidak diaktifkan. "Saat ini Mas Roekito masih di Malang, mengambil barang-barangnya yang tertinggal," tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi.
Yoyok juga tidak mau komentar tentang siapa saja yang bakal menjadi pendamping. "Masalah itu sepenuhnya wewenang pelatih. Tunggu saja setelah dia datang dari Malang," pintanya.
Di sisi lain, putra kedua Ketua Umum PSIS itu menjelaskan, PSIS akan melangkah lebih jauh setelah Roekito memaparkan program, yang dijadwalkan berlangsung hari Jumat mendatang.
Sudah jelas, materi pemain PSIS yang mengutamakan pemain lokal akan didahului dengan seleksi pemain dari klub-klub anggota PSIS, yang tergabung di Divisi I dan Divisi II.
"Semuanya akan jelas, setelah pelatih memaparkan program di depan manajemen dan Ketua Umum PSIS. Rencana perekrutan pemain baru dilakukan setelah seleksi pemain yang segera dilakukan."
Sementara itu, Drs Janu Ismanto MS yang disebut-sebut sebagai calon pelatih fisik mengaku sudah pernah dihubungi oleh PSIS, tetapi belum sampai tahap pembicaraan khusus.
"Beberapa hari yang lalu saya sudah dihubungi lewat telepon. Pada prinsipnya, kami siap. Sebagai warga Semarang yang baik, harus selalu siap kalau diminta," janji Sekretaris Pengda PSSI Jateng itu. (C16-57t)
 
logo SUARA MERDEKA

Selasa, 13 Juli 2002


Firmandoyo dan Yogi Nominasi Asisten Pelatih

SEMARANG - Setelah Daniel Roekito terpilih sebagai pelatih kepala PSIS, sekarang tinggal mencari figur yang tepat untuk mengisi jabatan yang masih kosong, yaitu asisten pelatih dan pelatih fisik, dengan harapan saat pembentukan tim awal Agustus mendatang semua lancar.
Setelah nama Firmandoyo dicalonkan sebagai asisten pelatih, kini dimunculkan nama baru yaitu Djoko Yogyanto SH yang bakal mendampingi Daniel Roekito. Pertimbangannya, Yogi - panggilan mantan pemain nasional ini-tidak terikat pekerjaan, karena sudah mengajukan pensiun muda dari BRI.
''Idealnya, setelah pelatih ditentukan, harus segera menunjuk pendamping. Sekarang ada dua calon yang layak mendampingi Mas Daniel, selain Firmandoyo juga ada nama Djoko Yogyanto. Semua itu merupakan kewenangan pelatih,'' tutur Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM, siang kemarin.
Mengenai pelatih fisik, Kabag Umum Pemkot Semarang itu menyebut nama Drs Janu Ismanto MS.
Pertimbangannya, dosen senior FIK Unnes Semarang itu sudah sering menangani fisik pemain, termasuk menangani PSIS ketika juara KLI V.
''Untuk pelatih fisik, masih mengarah satu orang. Kebetulan, saat kami hubungi, Mas Janu menyatakan sanggup, sehingga tinggal menindaklanjuti,'' tambahnya.
Prestasi
Terpilihnya Daniel Reokito sudah dianggap final, kendati sebelumnya bersaing dengan Suharno, yang kini diincar oleh Gelora Putra Delta (GPD). Masalah prestasi, Roekito ada di atas mantan pelatih PSS Sleman itu.
''Sebenarnya kedua pelatih itu mempunyai karakter yang sama, lebih mengutamakan pemain-pemain lokal, seperti keinginan pengurus. Hasil KLI VIII, prestasi Roekito lebih baik, akhirnya pilihan jatuh pada dirinya.''
Setelah terpilih, mantan pelatih Barito Putra ini mempunyai tugas untuk menyeleksi pemain-pemain terbaik, dari Klub Divisi I dan Divisi II PSIS, yang kini kompetisinya sedang berjalan.
''Tidak ada artinya kompetisi yang sedang berjalan ini, kalau tidak dimanfaatkan. Pilih dulu pemain-pemain yang dibutuhkan, lalu kekurangannya mencari pemain dari luar. Kalau bisa, 80 persen menggunakan pemain lokal, selebihnya pemain luar,'' pintanya. (C16-57t)
 
logo SUARA MERDEKA


Selasa, 12 Juli 2002


Gozali Yakin Dana PSIS Tercukupi

SEMARANG- Mantan Manajer Umum PSIS HB Bahreisy Gozali meyakini, dana tim Mahesa Jenar dalam menghadapi Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX akan tercukupi. Alasannya, manajemen PSIS akan dikomando oleh Yoyok Sukawi yang nota bene putra Wali Kota Sukawi Sutarip yang juga Ketua Umum PSIS.
"Dengan kapasitas sebagai putra Wali Kota, tentu Mas Yoyok tidak akan menemui kesulitan berarti dalam menggali dana dari masyarakat terutama para pengusaha," ungkap Gozali, kemarin.
Gozali menilai, para pengusaha di Semarang tidak terlalu sulit dimintai partisipasi dalam membina olahraga. Dengan catatan, Pemkot Semarang juga harus peduli dan memperhatikan kiprah mereka.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, kebutuhan dana pada KLI VIII lalu sekitar Rp 5 miliar. Jumlah tersebut bisa terpenuhi, tidak lain lantaran peran serta Wali Kota dalam menggugah para pengusaha.
Evaluasi
Pada sisi lain, Gozali yang dalam kepengurusan PSIS periode 2000-2004 sebagai Ketua Bidang Dana mengkritik langkah Wali Kota dalam pembentukan ofisial/manajemen tim PSIS kali ini. Sebab, penunjukan Yoyok tanpa melibatkan pengurus dan klub-klub anggota PSIS.
"Yang pasti, hasil kerja ofisial tim PSIS musim lalu belum dievaluasi. Seyogianya, manajer tim bersama staf diundang untuk mempertanggungjawabkan hasil kerjanya di hadapan pengurus. Namun hingga kini, hal itu belum dilakukan."
Dia menyarankan, manajer tim yang sekarang sudah ditunjuk terus bekerja. Akan tetapi untuk menunjangnya, hasil evaluasi dari ofisial sebelumnya tetap diperlukan sebagai bahan acuan kerja bagi manajer tim saat ini.
"Jika tidak ada evaluasi dan pembubaran ofisial, secara resmi saya menangkap kesan ada sikap habis manis sepah dibuang."
Dia menjelaskan, PSIS yang saat ini tidak berdiri sendiri. Maksudnya, keberadaannya sekarang tidak terlepas dari periode sebelumnya. "PSIS saat ini kan hasil kerja ofisial lalu yang berjuang keras agar terhindar dari degradasi. Tidak bisa pula dilupakan, mereka yang bekerja mengantar kembali ke Divisi Utama dari Divisi I."(A4-57j)
 
logo SUARA MERDEKA

Selasa, 12 Juli 2002


Roekito Langsung Kerja

SEMARANG - Begitu ditunjuk sebagai Pelatih Kepala PSIS, Daniel Roekito langsung bekerja. Dalam waktu tiga sampai empat hari ini dia akan melakukan observasi sambil memilih pendamping yang masih kosong. Yakni, asisten pelatih, pelatih fisik, dan pelatih kiper.
"Setelah itu kami akan langsung membuat program. Begitu program selesai, langsung kami presentasi ke manajemen tim, termasuk di depan Ketua Umum PSIS (Sukawi Sutarip SH). Sehari berikutnya saya akan jumpa pers," janji Roekito, semalam.
Dia mengakui sampai saat ini belum punya gambaran tentang asiten dan pelatih fisik. "Masalah pendamping sepenuhnya dipercayakan pada saya. Tunggu dua atau empat hari lagi, para pendamping itu sudah bisa diumumkan."
Dia tak bisa bekerja sendirian, tanpa didukung pengurus, insan bola di Semarang, dan pendukung setia PSIS. "Tanpa mendapat dukungan, peran kami tidak berarti. Tidak lupa, ucapan terima kasih pada manajemen dan pengurus PSIS yang memberikan kepercayaan pada saya."
Pemain Lokal
Pemain-pemain lokal Semarang, yang kini mengikuti Kompetisi Antarklub Divisi I dan II PSIS, akan dia jadikan dasar kerangka tim. Karena, Daniel akan lebih mengutamakan pemain Semarang.
Kelak, data pemain yang kini sudah ada di tangan tim pemandu bakat PSIS akan dia minta untuk diseleksi. Pemain-pemain lama seperti Firman Sukmono, Restu Kartiko, M Ridwan, Khusnul Yaqien, Wasis Purwoko, Arif Rachman, Budiman, Heri Ismanto juga akan dia perhatikan.
"Kami perkirakan seleksi berlangsung tiga minggu. Program kami lebih memprioritaskan pemain lokal."
Dalam pada itu, siang kemarin mantan stopper Persebaya, Khairil Anwar datang ke Semarang, menyampaikan keinginannya untuk bergabung dengan PSIS, tetapi masih baru sebatas pembicaraan.
Prinsipnya Roekito tertarik kepada Pace - panggilan Khairil Anwar, selain bisa sebagai stopper juga bisa menempati posisi gelandang bertahan, hanya saja yang bersangkutan belum membuka harga.
"Oleh manajer, kami diberi kepercayaan penuh untuk memilih pemain. Kalau harganya masih bisa terjangkau, tentunya akan kami pakai. Dia berjanji, harga akan disampaikan lewat telepon," jelas Roekito. (C16-57g)
 
logo SUARA MERDEKA


Selasa, 11 Juli 2002




Roekito Pelatih Baru PSIS

Roekito   SM/C16
SEMARANG - Daniel Roekito akhirnya terpilih sebagai pelatih baru PSIS Semarang. Kepastian itu dikemukakan Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi kepada Suara Merdeka, kemarin.
Namun Yoyok belum mau menjawab soal nilai kontrak bekas pelatih Arema Malang itu. Yang jelas, pelatih asal Rembang itu dipastikan bergabung dengan Mahesa Jenar.
''Ini tentu berita gembira, karena kami akhirnya berhasil merekrut Mas Daniel Roekito,'' tegas Yoyok. Masuknya Roekito ke PSIS merupakan sebuah kejutan. Sebab, eks pelatih BPD Jateng, Barito Putra, dan Pupuk Kaltim ini sebelumnya selalu mendapat ''ganjalan'' ketika akan direkrut.
Roekito menjadi incaran lantaran terbukti sukses menangani Arema, meski dengan materi pemain pas-pasan. Kehadirannya di Mahesa Jenar diharapkan mampu memberi angin segar, setelah musim lalu PSIS nyaris terkena degradasi. Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM ketika diminta konfirmasi juga menyatakan kegembiraannya. Dia mengatakan, sepakat memakai Roekito.
Sebelumnya, Yoyok yang menggantikan Yoyok Mardijo mendekati Suharno yang musim lalu menangani PSS Sleman. Akan tetapi Suharno tampaknya sudah didekati Gelora Putra Delta. (C16-59t)
 



logo SUARA MERDEKA


Selasa, 10 Juli 2002

Pilihan Masih Mengarah pada Roekito

SEMARANG - Teka teki siapa pelatih PSIS semakin jelas. Pilihan utama masih tertuju kepada Daniel Roekito, kendati Manajer Tim Yoyok Sukawi, mencoba mendekati mantan pelatih PSS Sleman Suharno.
Ternyata sampai petang kemarin, putra kedua Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip masih di Semarang, tidak seperti yang dijanjikan, akan ke Surabaya menemui Suharno.
"Baru nanti malam saya ke Surabaya (semalam-Red) menemui Mas Suharno untuk bahan pembanding. Prinsipnya, saya masih mantap Mas Roekito, tetapi akan kami pertimbangkan dulu," tutur Yoyok, sore kemarin.
Pilihan itu melalui banyak pertimbangan, selain mendapat banyak dukungan, domisili Roekito di Semarang, sehingga tidak perlu menyediakan penginapan. Rumah Roekito di Perum Arya Mukti dekat dengan Mes PSIS di Manunggal Jati.
"Prestasinya bagus. Tanpa diperkuat pemain bintang, hanya mengutamakan pemain lokal, dia bisa membawa Arema masuk '8 besar'," tambahnya.
Hal yang sama juga dikemukakan Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM. Muaranya tetap pada Roekito, setelah mendengarkan paparan program oleh yang bersangkutan saat bertemu beberapa hari lalu.
Dianggap sebagai terobosan tepat, jika pelatih yang pernah membawa Barito Putra masuk empat besar KLI II itu lebih mengutamakan pemain lokal. Sebab, PSIS juga mencanangkan program seperti itu. Dalam waktu dekat PSIS akan menghidupkan kembali Puslat PSIS.
"Kebetulan sama dengan program pengurus PSIS, lebih memprioritaskan pemain lokal. Namun, tidak menutup kemungkinan masih menerima pemain dari luar, untuk menyesuaikan selera pelatih," ujarnya. (C16-57e)















logo SUARA MERDEKA


Selasa, 9 Juli 2002


Yoyok Sukawi Dekati Suharno

SEMARANG - Pelatih asal Korea sudah tidak disebut-sebut lagi oleh Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi. Kini perhatiannya berpaling pada Daniel Roekito dan Soeharno, yang dianggap pas sebagai pelatih kepala PSIS untuk persiapan KLI IX.
Hari Sabtu lalu dia sudah berhasil melakukan pendekatan secara langsung dengan Daniel Roekito, mengenai kesanggupannya menjadi pelatih PSIS. Nilai kontrak dan gaji juga sudah dipaparkan dalam pertemuan tersebut, yang jumlahnya tidak disebutkan.
Entah terlalu mahal atau tidak cocok, pembicaraan yang sudah hampir matang itu tiba-tiba mentah lagi. Menurut rencana, hari ini Yoyok Sukawi akan bertolak menuju Sidoarjo untuk melakukan pembicaraan dengan mantan pelatih PSS Sleman, Suharno.
''Kami diberi batas waktu hari Kamis oleh Daniel Roekito. Sebelum menentukan pilihan, lebih dahulu akan melakukan pendekatan dengan Suharno, kebetulan besok (hari ini-Red) saya ada acara ke Surabaya,'' tutur Yoyok, semalam.
Batas Waktu
Sementara itu, Suharno saat dihubungi semalam lebih banyak menghindar tentang rencana Yoyok menemuinya di Surabaya. ''Memang saya sudah pernah dihubungi. Tetapi belum tahu kapan, entah saya yang harus ke Semarang atau Mas Yoyok yang ke Surabaya,'' jawabnya, singkat.
Daniel Roekito tidak mengelak, telah memberi batas waktu kepada PSIS hari Kamis (11/7). Hal itu dianggap wajar-wajar saja, sebagai pelatih profesional.
''Batas waktu sangat penting bagi saya, sebagai pelatih profesional. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada tawaran dari klub lain, bisa langsung memberikan jawaban,'' katanya. (C16-57t)
 

Saturday, February 6, 2016

logo SUARA MERDEKA

Sabtu, 6 Juli 2002



Yoyok Konsultasi kepada Simon

SEMARANG - Jika beberapa hari lalu belajar manajemen tim dari Yoyok Mardijo, Manajer Tim PSIS Semarang yang baru, Yoyok Sukawi, akan menimba ilmu manajemen pemain ke Simon Legiman.
''Soal pemain, Pak Simon Legiman yang lebih tahu. Besok pagi (hari ini-Red) saya akan datang ke beliau untuk meminta pertimbangan masalah perekrutan pemain dan bagaimana sebaiknya kerangka tim untuk persiapan Kompetisi Liga Indonesia IX,'' tutur Yoyok Sukawi, semalam.
Hari ini, acara manajer tim baru itu padat. Seusai bertemu Simon yang bekas manajer tim Persebaya Surabaya, dia akan melakukan pertemuan dengan pelatih Daniel Roekito. Tempat pertemuan masih dirahasiakan.
''Sebenarnya hari ini (kemarin-Red), pertemuan dengan Mas Roekito. Terpaksa kami batalkan, karena tiket pesawat Jakarta-Semarang habis,'' jelasnya sambil berharap pertemuan hari ini dihadiri Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip.
Mengenai kerangka ofisial tim yang diumumkan kemarin, banyak wajah baru. Nama-nama seperti Manajer Umum HB Gozali, Wakil Manajer Teguh Sugiharto SE, Johar Lin Eng, Sekretaris Tim Teguh Setiyono SE, dan Bendahara Tim Budi Purwoko SE tak tercantum lagi.
Sekum PSIS Prijo Anggoro SH MSi yang sebelumnya disebut-sebut menjadi Humas Tim juga tak masuk. Humas Tim dipercayakan kepada Drs Masrukhan Bahri MM yang Kepala Infokom Pemkot Semarang. Hingga kini hanya jabatan pelatih, asisten pelatih, dan pelatih fisik belum terisi.
Susunan ofisial PSIS selengkapnya. Manajer Tim: AS Sukawijaya; Wakil Manajer Tim: Drs Soemarmo; Asisten Manajer Tim: Danur Rispriyanto, Bendahara: Sri Poncowati, Humas: Drs Masrukhan Bahri, Perlengkapan: Rosidin/Suyatno, Sopir: Sukirman, Dokter: dr Elang Sumambar, Masseur: Drs Didik Nirwono, Disiplin: Purwanto.(C16-59j)