Monday, February 8, 2016


KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 20 Juli 2002

PSIS Optimistis Dana Tercukupi

TIM OFISIAL: Tim ofisial PSIS bergambar bersama setelah mengadakan pertemuan kemarin. Dari kiri asisten pelatih Joko Yogyanto, pelatih fisik Janu Ismanto, pelatih kepala Daniel Roekito, Manajer Tim Yoyok Sukawi, Asisten Manajer Tim Danur Rispriyanto dan pelatih kiper Bambang Haryanto. (Foto: Suara Merdeka/C16-59)

SEMARANG- Untuk persiapan Kompetisi Liga Indonesia (KLI) IX, PSIS Semarang telah menganggarkan dana Rp 3,5 miliar hingga Rp 5 miliar. Dari kebutuhan itu, Rp 1 miliar didapat melalui APBD Kota Semarang dan sisanya dari partisipasi pengusaha.
Di samping dari dua sumber dana itu, pihak manajemen akan menggali dari sponsor tunggal, utama, dan pendamping, berikut member card serta hasil penjualan tiket setiap PSIS tampil di Stadion Jatidiri.
''Kami optimistis dana itu akan tercapai, karena apa yang kami lakukan hanya untuk memajukan olahraga rakyat (sepak bola-Red). Sudah kami data, di Semarang ada sekitar tiga ratus pengusaha,'' tutur Manajer Tim Yoyok Sukawi kepada wartawan, siang kemarin.
Dia yang didampingi Wakil Manajer Tim Drs Soemarmo MM menjelaskan, untuk pengusaha kecil dipungut Rp 1 juta, pengusaha menengah ke atas dari Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. Ada kemungkinan pula menyumbang lebih dari jumlah yang ditetapkan itu.
Dia mencontohkan, Simon Legiman (bekas manajer tim PSIS) sudah menyanggupi menjadi bapak angkat. Kontrak dan gaji pemain tiap bulan akan ditanggung Simon dengan nilai ratusan juta.
''Hasilnya nanti akan kami umumkan di media cetak. Yang menyumbang banyak seperti Pak Simon, namanya kami tempatkan paling atas. Mereka yang tak menyumbang pun kami umumkan. Dengan cara demikian, masyarakat bisa mengetahui berapa banyak sumbangan yang kami dapat.''
Tentang tim, manajemen belajar dari pengalaman sebelumnya. Bila hasilnya jelek, pihaknya tak akan memecat pelatih di tengah jalan seperti yang terjadi pada KLI lalu.
Sebelum memilih Daniel Roekito sebagai pelatih, manajemen sudah memiliki pertimbangan. Roekito orang Semarang dan prestasinya membawa Arema Malang masuk 8 Besar dengan mengutamakan pemain lokal merupakan sebuah nilai tambah.
''Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih. Berdasarkan pengalaman lalu, pergantian pelatih tak berdampak bagus.''
Uji Coba
Dalam kesempatan terpisah, Daniel Roekito membagi-bagikan buku paparan program yang sudah direstui Ketua Umum PSIS H Sukawi Sutarip SH. Tim inti akan terdiri atas tiga penjaga gawang, delapan pemain belakang, delapan pemain tengah, dan empat pemain depan.
''Sasaran kami masuk 8 Besar, sedangkan target lain PSIS bisa menyumbangkan pemain ke tim nasional. Setiap pelatih mempunyai target,'' tutur Roekito.
Program kerja yang tersusun rapi itu, di dalamnya terdapat program uji coba terbuka dan tertutup. Beberapa kali uji coba tertutup, hanya boleh disaksikan ofisial, dan bersifat untuk mendeteksi hasil latihan.
Dalam uji coba tertutup, pelatih akan mengamati stabilitas kesegaran pemain, penampilan agresif dua kali 45 menit secara konstan, dan kerja sama antarunit. Uji coba terbuka dilakukan, bila penampilan tim sudah baik. Para pemain dituntut selalu memenangi pertandingan.
''Cara seperti itu untuk membiasakan meraih kemenangan sekaligus membentuk mental juara atau ada prospek menuju juara. Jika uji coba tertutup, wartawan harus bisa memaklumi. Pintu stadion akan kami tutup.''(C16-59j)

No comments:

Post a Comment