Wednesday, February 10, 2016

KLIPING ON LINE PSIS

logo SUARA MERDEKA

Selasa, 3 Agustus 2002

 

Eko Purjianto Bergabung

  • Ari Supriyarso Dicoret
Eko Purjianto - SM/dok

SEMARANG-Pendekatan yang tak kenal lelah terhadap Eko Purjianto akhirnya membuahkan hasil. Stopper tim nasional binaan Klub Sport Supaya Sehat (SSS) Semarang ini sudah menyatakan diri siap membela PSIS. Urusan kontrak dan gaji antara dia dan tim juga sudah dirampungkan.

''Saya salut pada Eko. Loyalitas dia terhadap PSIS tinggi. Hal itu terlihat dari gaji yang dimintanya, tidak mahal,'' tutur Manajer Tim PSIS Yoyok Sukawi semalam.

Eko memiliki beberapa pertimbangan memilih bermain di Semarang. Selain ingin selalu dekat dengan istri dan anaknya yang tinggal di Kabupaten Kendal, dia juga ingin lebih sering menyambangi orang tuanya yang asli Kota ATLAS. Mantan bintang PSSI Primavera ini akhirnya memutuskan memperkuat tim daerahnya.
Ketika bergabung dengan PSKS Pekanbaru bersama Bima Sakti, Hendro Kartiko, dan Kurniawan Dwi Yulianto, Eko termasuk kategori pemain mahal. Kontraknya mencapai Rp 250 juta.
''Dia pemain nasional, jadi saya nilai wajar kalau angkanya sampai sebesar itu. Tapi dengan pertimbangan yang kami sebut di atas, dia bersedia menurunkan gaji dan kontraknya. Sekarang tinggal menunggu kedatangan Eko dari Jakarta untuk tanda tangan kontrak,'' tambah Yoyok sambil menjelaskan 75% pemain PSIS yang dikontrak berasal dari Semarang.
Agus Murod
Sementara itu, di barisan kiper persaingan keras berakhir. Hadirnya Agus Murod Alfarizi membawa dampak tersendiri bagi Ari Supriyarso. Saat rekan-rekannya meneken kontrak, dia justru dicoret. Ari kalah bersaing dengan I Komang Putra dan Agus Murod. Kiper ketiga diberikan ke pemain lokal asal TEPZ, Basuki.
Pelatih Daniel Roekito mengakui pencoretan Ari Supriyarso yang selalu menjadi kiper cadangan. Ketika PSIS di Divisi I menjadi cadangan Agus Murod dan pada KLI VIII lalu sebagai cadangan I Komang Putra. ''Apa tidak kasihan kalau Ari selalu menjadi pemain cadangan. Padahal, dia masih muda, punya potensi,'' tuturnya.
Jika Ari bersedia pindah ke Arema atau Persik Kediri, ada kemungkinan dia menjadi kiper utama. ''Kami punya beban moral terhadap Ari, dia akan kami salurkan ke Persik atau Arema. Di sana nasib dia akan lebih baik.''
Hingga kemarin, negosiasi masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya menyelesaikan negosiasi dengan lima pemain inti yaitu I Komang Putra, Bonggo Pribadi, Heri Ismanto, Bambang Harsoyo, dan Andi Setyono, kemarin giliran pemain -pemain lokal termasuk lima pemain hasil seleksi anggota klub PSIS. Mereka antara lain Wasis Purwoko, Setyawan, Idrus Gunawan, Arif Rachman, Firman Sukmono, Khusnul Yaqien, Tri Murvedayanto, Anis, serta lima pemain magang, yakni Hariyanto, Teguh, Luluk, Andrik, dan Azis.
''Agus Murod juga asli Semarang. Ketika kami sodori nilai kontrak dan gaji ketika main di Divisi I, diterima begitu saja tanpa ditawar. Kami nilai loyalitasnya terhadap Semarang tinggi,'' jelas Yoyok. (C16-77t)
 

No comments:

Post a Comment