Saturday, February 6, 2016

logo SUARA MERDEKA

  Selasa, 2 Juli 2002  


Yoyok Sukawi Resmi Manajer Tim

SEMARANG - Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya Ketua Umum PSIS Sukawi Sutarip SH mengeluarkan surat keputusan (SK) pengangkatan terhadap Alamsyah Satyanegara Sukawi Jaya sebagai Manajer Tim PSIS Utama menggantikan Ir Yoyok Mardijo, yang tidak bersedia dipilih lagi.
Putra kedua Sukawi Sutarip itu - panggilan sehari-harinya juga Yoyok, sama halnya dengan panggilan Ir Anggoro Mardi Husodo, Manajer PSIS sebelumnya - sejak kemarin resmi menjadi Manajer Tim PSIS lewat SK No 20/178/KU/VII/2002, tertanggal 1 Juli 2002.
''Baru sekarang kami berani bicara berterus terang, karena sudah disahkan lewat SK. Kami meminta semua pihak ikut mendukung, dengan harapan pada kompetisi mendatang bisa terbentuk tim PSIS Utama yang tangguh,'' tutur Sekum PSIS Prijo Anggoro BR SH MSi, kemarin.
Setelah disahkan menjadi manajer tim sampai berakhirnya KLI IX, pihaknya berharap Yoyok segera menjalankan tugasnya, dengan menunjuk pendamping-pendamping yang dianggap lebih cocok.
Setelah wakil manajer dan ofisial yang lain terpilih, baru kemudian menentukan pelatih, yang tugasnya memilih asisten pelatih, untuk menentukan pemain-pemain yang dikehendaki.
''Saya sebagai sekum tetap akan all out mendukung manajer terpilih, seperti yang sudah terjadi pada kompetisi sebelumnya. Kami tetap berharap, PSIS bisa lebih maju lagi.''
Banyak Belajar
Sementara itu, Alamsyah Satyanegara Sukawi Jaya kepada Suara Merdeka semalam mengaku masih harus banyak belajar tentang sepakbola, terutama mengenai jabatan yang diembannya.
''Saya harus lebih banyak belajar tentang sepakbola, terutama belajar kepada Mas Yoyok (Yoyok Mardijo - Red), yang kami anggap sukses membawa PSIS juara Divisi I dan bertahan di Divisi Utama,'' jelasnya.
Sampai saat ini dia masih belum mempunyai gambaran tentang PSIS di masa mendatang, karena harus konsultasi dulu dengan pakar-pakar bola di Semarang sebelum melangkah ke persiapan tim.
''Mas Yoyok juga sudah ada kesanggupan untuk membantu saya, sehingga dalam waktu dekat ini akan kami adakan pertemuan khusus, untuk membahas persiapan tim. Tanpa dukungan mereka, kami tidak ada artinya,'' tambahnya.
Sementara itu, Ir Yoyok Mardijo masih tetap komitmen terhadap kemajuan PSIS, kendati sudah lepas jabatan. ''Saya tidak bisa lepas dari PSIS, sehingga siap membantu,'' janjinya.
Bahkan, beberapa waktu yang lalu dirinya sudah memberanikan diri usul ke PSSI, pada KLI mendatang dari 20 tim di Divisi Utama supaya dijadikan satu grup, dengan kompetisi penuh.(C16-57t)

No comments:

Post a Comment